KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Freeport-McMoRan Inc. (FCX) melaporkan volume produksi tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang 2025 mencapai 1,01 miliar pon, turun 44% dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 1,8 miliar pon. Sejalan dengan itu, penjualan tembaga pada 2025 tercatat 1,2 miliar pon, atau merosot 26,2% dari penjualan 2024 yang mencapai 1,63 miliar pon. Di sisi lain, produksi emas PTFI sepanjang 2025 mencapai 937.000 ons, turun 49,7% dibandingkan produksi emas 2024 yang sebesar 1,86 juta ons.
Penjualan emas pada 2025 dilaporkan mencapai
1,05 juta ons, atau lebih rendah 42,2% dibandingkan penjualan emas 2024 sebanyak 1,81 juta ons. Dari sisi harga, realisasi harga tembaga sepanjang 2025 tercatat sebesar US$ 4,53 per pon, naik 8,1% dibandingkan harga tembaga 2024 yang berada di level US$ 4,19 per pon.
Baca Juga: Freeport-McMoRan: Produksi Tembaga di Tambang Grasberg Dimulai Kembali Pada Juli 2026 Sementara itu, realisasi harga emas pada 2025 mencapai US$ 3.418 per troy ons, melonjak 41,4% dibandingkan harga emas 2024 sebesar US$ 2.418 per troy ons. Manajemen FCX menjelaskan, penurunan produksi tersebut dipicu tidak beroperasinya tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 akibat insiden banjir lumpur. “Pada tingkat operasi normal, operasi bawah tanah PTFI menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun, dan termasuk di antara operasi dengan biaya terendah di dunia,” tulis manajemen FCX dalam laporan resminya, Jumat (23/1/2026). Untuk tahun ini, FCX memperkirakan volume produksi tembaga dan emas bakal melampaui volume penjualan, seiring masih tersimpannya sekitar 100 juta pon tembaga dan 100.000 ons emas di fasilitas peleburan Freeport.
Baca Juga: Amman Mineral Nusa Tenggara Buka Potensi Pembelian Konsentrat Tembaga oleh Freeport FCX menargetkan penjualan tembaga pada 2026 mencapai 0,9 miliar pon dan emas sebesar 0,8 juta ons, sejalan dengan rencana beroperasinya kembali tambang bawah tanah GBC mulai kuartal II-2026.
Berdasarkan perkiraan saat ini, sekitar 78% penjualan tembaga PTFI dan 75% penjualan emas PTFI pada 2026 diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun tersebut, mencerminkan dimulainya kembali secara bertahap dan peningkatan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave mulai kuartal II-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News