KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) sedang terpukul oleh biaya asuransi properti yang melonjak. Beberapa perusahaan mengantisipasi kenaikan dua kali hingga tiga kali lipat dari premi mereka pada saat pembaruan. Kenaikan biaya asuransi ini sangat memukul produsen kecil dan menengah. Pasalnya, mereka sudah membayar premi yang signifikan karena risiko yang melekat pada operasi mereka. Melansir dari Reuters, Presiden Kirsh Foundry di Wisconsin James Kirsh, yang berspesialisasi dalam komponen besi cor, bersiap-siap menghadapi kenaikan tajam dalam biaya asuransi properti dan kecelakaan pada musim gugur ini.
Kirsh mengatakan bahwa pasar asuransi yang lebih luas telah mengalami lonjakan premi, mulai dari rumah hingga mobil di AS dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya biaya perbaikan mobil dan rumah serta lebih banyak kerusakan akibat badai di tengah perubahan iklim. "Ini adalah kekacauan bagi seluruh industri," kata Kirsh, mengutip dari Reuters, Rabu (14/8). Baca Juga: Nikkei Menguat pada Rabu (14/8) Pagi Setelah Rilis Data Inflasi Produsen AS Asuransi mobil, misalnya, telah mengalami kenaikan terbesar sejak tahun 1970-an hingga setahun terakhir ini. Bahkan, para ekonom menyebutkan bahwa biaya asuransi sebagai faktor utama lonjakan inflasi yang tengah diperangi oleh Federal Reserve lewat kenaikan suku bunga yang dimulai pada Maret 2022. “Jadi tidak mengherankan jika pabrik-pabrik terpukul,” kata dia. Kirsh menuturkan, untuk sektor manufaktur yang mencakup industri pengecoran logam senilai US$ 50 miliar, kenaikan biaya asuransi baru-baru ini sangat mengejutkan. CEO American Foundry Society Doug Kurkul mencatat bahwa kenaikan asuransi properti dan kecelakaan kini telah melampaui kenaikan biaya asuransi kesehatan. Baca Juga: Konser Taylor Swift Batal di Austria, Klaim Asuransi Menanti Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, cakupan asuransi bisnis telah meningkat sekitar 12% sejak awal 2022. Peningkatan ini hampir tiga kali lipat dari peningkatan yang diamati selama periode yang sebanding dalam dekade sebelum pandemi.