Produsen Jack Daniel's Tolak Tawaran Akuisisi US$ 15 Miliar dari Rivalnya Sazerac



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produsen minuman beralkohol asal Amerika Serikat, Brown-Forman, dikabarkan menolak tawaran akuisisi tunai senilai US$ 32 per saham dari perusahaan spirits asal AS, Sazerac.

Penolakan dari produsen Jack Daniel's ini terjadi hanya beberapa pekan setelah pembicaraan merger Brown-Forman dengan perusahaan asal Prancis, Pernod Ricard, berakhir tanpa kesepakatan.

Saham Brown-Forman ditutup melemah 1% ke level US$ 26,56 pada perdagangan Selasa, jauh di bawah harga penawaran yang diajukan Sazerac.


Sazerac sebelumnya muncul sebagai calon pengakuisisi Brown-Forman pada bulan lalu, setelah Brown-Forman dan Pernod Ricard mengungkapkan adanya pembicaraan terkait potensi merger.

Namun, negosiasi tersebut berakhir pada akhir April karena kedua perusahaan gagal mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.

Sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebutkan bahwa Sazerac mengajukan penawaran senilai sekitar US$ 15 miliar pada April lalu. Tawaran itu didukung secara finansial oleh Wells Fargo dan Apollo Global Management.

Dalam proposal tersebut, pemegang saham Kelas A Brown-Forman diberikan opsi untuk menerima pembayaran tunai atau mempertahankan kepemilikan saham mereka di perusahaan baru hasil transaksi.

Baca Juga: AS Dikabarkan Cabut Kasus Penipuan Gautam Adani Pasca Capai Kesepakatan Kasus Perdata

Baik Sazerac maupun Brown-Forman menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut. Laporan pertama mengenai perkembangan ini sebelumnya diberitakan oleh The Wall Street Journal.

Penolakan tawaran dari Sazerac terjadi di tengah tekanan yang tengah melanda industri minuman beralkohol global. Penurunan konsumsi alkohol telah menekan volume penjualan di berbagai segmen industri spirits.

Analis dan pelaku industri menilai valuasi perusahaan barang konsumsi mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam kondisi tersebut, aksi merger dan akuisisi dinilai menjadi strategi untuk memperbesar skala usaha dan memperkuat daya saing.

Keluarga Brown, yang mengendalikan Brown-Forman, sebelumnya disebut lebih memilih potensi transaksi dengan Pernod Ricard dibanding proposal dari Sazerac.

Sumber Reuters menyebutkan keluarga Brown memandang Pernod Ricard sebagai pihak pengakuisisi yang lebih prestisius dengan portofolio merek yang lebih kuat dan dikenal luas secara global.

Portofolio merek Pernod Ricard mencakup Jameson Irish Whiskey, Absolut Vodka, dan Malibu Rum.

Baca Juga: Stellantis dan Dongfeng Teken Kerja Sama Produksi Mobil Peugeot dan Jeep di China

Selain itu, struktur transaksi yang ditawarkan kedua pihak juga berbeda signifikan. Proposal Pernod Ricard disebut lebih menyerupai merger setara berbasis saham, yang memungkinkan keluarga Brown tetap mempertahankan kepemilikan signifikan dan pengaruh di perusahaan gabungan.

Sebaliknya, proposal Sazerac memerlukan porsi pembayaran tunai lebih besar dan tingkat leverage yang lebih tinggi, sehingga berpotensi membuat keluarga Brown kehilangan kendali atas perusahaan.

Saat ini, Sazerac membukukan penjualan bersih tahunan lebih dari US$ 6 miliar, melampaui penjualan tahunan Brown-Forman yang berada di kisaran US$ 4 miliar.

Jika kesepakatan antara dua perusahaan asal Kentucky tersebut terealisasi, kombinasi bisnis mereka diperkirakan akan menguasai sekitar 30% pasar whiskey Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai penggabungan itu juga akan memperkuat posisi tawar perusahaan dalam negosiasi dengan distributor besar di AS.