KONTAN.CO.ID - ZURICH. Tahun ini tampaknya akan jadi tahun yang positif bagi Swatch Group AG. Produsen jam asal Swiss ini memprediksi bisa mencetak pertumbuhan kinerja yang kuat tahun ini.
Bloomberg melaporkan, produsen jam tangan Tissot dan Omega tersebut melihat peningkatan permintaan selama paruh kedua tahun 2025. Momentum positif yang meningkat pada kuartal keempat masih berlanjut di Januari tahun ini. Manajemen Swatch memaparkan, peningkatan permintaan terjadi di semua kategori harga. Penjualan naik 4,7% pada di paruh kedua 2025, dan naik 7,2% pada kuartal keempat.
Baca Juga: Jelang IPO, SpaceX untuk Pertama Kali Merilis Kinerja, Raup Laba US$ 8 Miliar Sekadar informasi, Swatch menghadapi kondisi yang sulit di 2025. Laba operasional anjlok lebih dari setengahnya, karena produsen jam tangan tersebut harus menghadapi pelemahan permintaan yang terjadi terus-menerus di China. Di saat yang sama, ekspor ke Amerika Serikat (AS) merosot akibat pemberlakuan tarif impor. CEO Swatch Group AG Nick Hayek menuturkan, ada tanda-tanda penurunan di China mereda. “Di China, Anda melihat perkembangan yang sangat kuat di semua segmen, terutama di tingkat pemula dan menengah,” kata Hayek, dikutip
Bloomberg.
Baca Juga: Produsen Boneka Labubu Akan Buka Tujuh Toko Baru di Inggris Perlambatan ini mereda bahkan setelah Swatch mengurangi distribusi grosirnya di China sebesar 15% dari tahun sebelumnya. Hayek menyebut, pemulihan memang belum mencapai level seperti beberapa tahun silam. Analis RBC Piral Dadhania menilai, Swatch menunjukkan peningkatan yang sehat dalam tren pendapatan di paruh kedua dan kuartal keempat. Tapi, kemungkinan masih akan terjadi penurunan konsensus lebih lanjut untuk 2026 dan 2027. Swatch juga mengamini kondisi bisnis belum benar-benar membaik. Hayek menyebut, menguatnya kurs franc Swiss sebagai hambatan utama bagi para pembuat jam tangan.
Baca Juga: Unik! Swatch Jual Jam Tangan yang Menyindir Tarif 39% Trump atas Swiss Fluktuasi nilai tukar mata uang asing berdampak negatif sebesar 308 juta franc terhadap penjualan pada 2025. “Franc Swiss yang kuat berdampak pada Swiss dan seluruh industri. Itulah masalah sebenarnya, bukan tarif,” kata Hayek. Pengumuman kinerja Swatch tersebut muncul bersamaan dengan data industri yang menunjukkan ekspor jam tangan Swiss kembali tumbuh pada Desember. Ini pertumbuhan pertama kalinya dalam empat bulan. Para produsen jam bergegas mengirimkan persediaan ke AS setelah AS melonggarkan tarif.
Baca Juga: Kerja Panjang Negara: Membangun Fondasi Bangsa Bernama Sekolah (GAGASAN) “Kembalinya pertumbuhan volume dengan cepat sangat penting untuk membangun kembali daya ungkit operasional dan menghasilkan kas, sementara persediaan perlu diturunkan,” kata Jean-Philippe Bertschy, analis Vontobel, dalam risetnya.