Pabrikan bilang, Shukoi Superjet 100 layak terbang



JAKARTA. Superjet Internasional selaku produsen pesawat Sukhoi Superjet 100 menyatakan, kondisi pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di gunung Salak sudah melewati pengecekan teknis. Artinya, pesawat bikinan Rusia itu dalam kondisi prima sebelum terbang di Indonesia.

Pernyataan ini dikutip KONTAN dari laman situs superjetinternational.com. Dalam situs tersebut, pihak Superjet International juga menyatakan, tidak ada laporan kerusakan dari pilot, sebelum pesawat hilang dari radar.

Selain itu, Superjet International juga bilang, pesawat dikemudikan oleh pilot yang sudah berpengalaman. Kapten Pilot Sukhoi Superjet 100 bernama Alexander Yablontzev, tercatat memiliki 10.000 jam terbang, sepanjang karirnya menjadi pilot. Dia juga sudah menguji terbang prototipe pesawat Sukhoi pertama kali,


Sukhoi Superjet 100 MSN 95004 ini terbang perdana pada tanggal 25 Juli 2009 lalu, dan telah mengumpulkan lebih dari 800 jam terbang dari 500 penerbangan. Selama penerbangan itu, Superjet International menegaskan, tidak ada masalah teknis serius yang dilaporkan.

Sekarang ini, delegasi United Aircraft Corporation, Sukhoi Civil Aircraft bersama dengan Departemen Industri & perdagangan Rusia sedang dalam perjalanan ke Jakarta guna membantu pemerintah Indonesia untuk mencari Sukhoi Superjet 100 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News