JAKARTA. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Begitulah agaknya niat pemerintah dan produsen menjual Minyakita di harga Rp 6.000 per liter. Minyakita adalah minyak goreng curah berbentuk kemasan hasil rembukan pemerintah dan produsen. Alih-alih akan menjual Minyakita seharga Rp 6.000 per liter sesuai kesepakatan awal, produsen malah akan menjualnya di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per liter. Produsen beralasan, mereka tak bisa menjual Minyakita di harga Rp 6.000 karena mereka tergencet kenaikan harga minyak mentah atau crude palm oil (CPO). Harga sekitar Rp 6.000 sekilo dibuat saat harga CPO berada di kisaran US$ 450 per ton, yakni pada kuartal keempat 2008. Namun, kini harga CPO di pasar internasional sudah naik ke kisaran US$ 550 per ton.
Produsen Minyakita Tergencet Harga CPO
JAKARTA. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Begitulah agaknya niat pemerintah dan produsen menjual Minyakita di harga Rp 6.000 per liter. Minyakita adalah minyak goreng curah berbentuk kemasan hasil rembukan pemerintah dan produsen. Alih-alih akan menjual Minyakita seharga Rp 6.000 per liter sesuai kesepakatan awal, produsen malah akan menjualnya di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per liter. Produsen beralasan, mereka tak bisa menjual Minyakita di harga Rp 6.000 karena mereka tergencet kenaikan harga minyak mentah atau crude palm oil (CPO). Harga sekitar Rp 6.000 sekilo dibuat saat harga CPO berada di kisaran US$ 450 per ton, yakni pada kuartal keempat 2008. Namun, kini harga CPO di pasar internasional sudah naik ke kisaran US$ 550 per ton.