Produsen mobil bersiap mengikuti standar euro 4



JAKARTA. Produsen mobil dalam negeri, ibaratnya tak mau hanya berburu di kebun binatang. Kini mereka mulai berupaya mengikuti aturan standar yang diterapkan negara lain agar produk mereka bisa masuk ke negara tersebut. Salah satunya, penerapan standar emisi karbon kendaraan Euro 4.

Standar ini dikeluarkan negara-negara Eropa dan diterapkan sejak 2005 silam. Standar Euro 4 membatasi emisi karbon untuk bensin sebesar 80 miligram per kilometer (mg/km) dan solar sebesar 250 mg/km. Kini Eropa telah memiliki standar emisi hingga Euro 6 untuk mobil baru keluaran mulai September 2015. Berdasarkan Euro 6, emisi karbon untuk mobil bensin dibatasi 60 mg/km dan diesel sebesar 80 mg/km

Sementara di Indonesia saat ini baru menggunakan standar Euro 2. Yakni dengan batas emisi karbon untuk mobil bensin sebesar 250 miligram mg/km dan solar sebesar 730 mg/km. (lihat tabel)


Beberapa produsen mobil menyatakan siap memenuhi standar Euro 4, yang akan ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Bahkan produsen mengaku, pabrik yang mereka operasikan saat ini di Indonesia sejatinya memiliki kemampuan untuk memproduksi mesin mobil dengan standar Euro 4. 

"Mobil yang kami ekspor kebanyakan sudah Euro 4. Makanya kami tidak masalah dalam produksi Euro 4," kata Henry Tanoto, Vice President Toyota Astra Motor (TAM) kepada KONTAN Minggu (13/3). Seperti kita tahu, Toyota telah mengekspor beberapa produk seperti Fortuner, Innova, hingga Avanza.

Produsen lain seperti Honda Prospect Motor (HPM) juga menyatakan siap memenuhi standar Euro 4. "Memang belum semua mobil kami Euro 4, karena regulasi saat ini masih Euro 2. Tapi ada produk kami, seperti Honda HR-V dan CR-Z sudah Euro 4," kata Jonfis Fandy, Direktur Marketing dan Aftersales Service HPM, Selasa (8/3).

Hanya saja, Jonfis mengingatkan, sebelum pemerintah membuat regulasi terkait penerapan standar Euro 4, harus ada dukungan regulasi lain seperti standar produksi bahan bakar minyak (BBM). Dengan demikian, kendaraan yang diproduksi bisa menggunakan BBM yang memenuhi standar emisinya.

Senada dengan Jonfis, Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia menyatakan pihaknya akan mengikuti regulasi. "Saat ini masih Euro 2, jika berubah, kami akan patuh," tambah Indriani.

Kini Kementerian LHK masih memproses regulasi emisi kendaraan. Jika lancar, aturan standar Euro 4 akan berlaku untuk mobil baru 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News