Produsen Otomotif AS Desak Larangan Mobil China



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Persaingan industri otomotif Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Kelompok yang mewakili sejumlah produsen otomotif besar AS mendesak Kongres segera mengesahkan aturan yang melarang kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras otomotif asal China masuk ke pasar AS.

Melansir laporan Reuters (4/9), desakan tersebut disampaikan Alliance for Automotive Innovation, yang mewakili General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, Stellantis dan sejumlah produsen otomotif lainnya. Kelompok ini meminta aturan tersebut disahkan sebelum Kongres mengakhiri masa sidang tahun ini.

CEO Alliance for Automotive Innovation John Bozzella menilai ekspansi produsen mobil China menjadi ancaman bagi industri otomotif AS. Menurut dia, produsen China saat ini semakin agresif memasuki pasar global dengan kendaraan yang didukung subsidi pemerintah serta teknologi terkoneksi.


Bozzella juga menyoroti risiko keamanan data. Kendaraan modern yang dilengkapi Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler hingga teknologi komunikasi satelit dinilai mampu mengumpulkan dan mengirimkan data kendaraan maupun konsumen. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan utama di balik dorongan pembatasan kendaraan China.

Dorongan industri otomotif datang setelah Komite Perdagangan Senat AS pada Juli menyetujui rancangan aturan untuk memperketat pembatasan terhadap produsen kendaraan China. Namun, beleid tersebut masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum dapat berlaku sebagai undang-undang.

Baca Juga: Pasar Kerja AS Diprediksi Mulai Pulih

Rancangan tersebut diajukan secara bipartisan oleh Senator Republik Bernie Moreno dari Ohio dan Senator Demokrat Elissa Slotkin dari Michigan. Isinya antara lain menguatkan aturan pemerintahan Joe Biden yang secara efektif membatasi produsen otomotif China untuk menjual atau memproduksi kendaraan penumpang di AS.

Namun, rancangan aturan itu juga berpotensi berdampak pada produsen global yang memiliki investasi dari China. Ketua Komite Perdagangan Senat Ted Cruz mengatakan ketentuan yang melarang perusahaan dengan kepemilikan lebih dari 15% oleh entitas China dapat membuat Mercedes-Benz ikut terkena dampak, mengingat hampir 20% sahamnya dimiliki investor China secara pasif.

Kasus Polestar menunjukkan tekanan terhadap perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan China juga semakin besar. Produsen mobil listrik asal Swedia tersebut mengatakan akan menghentikan penjualan kendaraan di AS mulai tahun model 2027. Polestar mayoritas dimiliki Geely Holding asal China.

Di sisi lain, pemerintah China menentang upaya AS membatasi ekspor kendaraan dari negaranya. Kebijakan AS tersebut berpotensi memperlebar ketegangan perdagangan sekaligus membatasi ruang ekspansi produsen otomotif China di salah satu pasar kendaraan terbesar dunia.

Dorongan untuk menutup pasar AS datang ketika produsen China semakin agresif berekspansi ke pasar global. Merek seperti BYD, Chery dan SAIC Motor telah memperluas penjualan ke berbagai kawasan, meningkatkan tekanan terhadap produsen otomotif tradisional di Eropa, Asia hingga Amerika Latin.

Baca Juga: Micro-Drama Mengubah Industri Hiburan