JAKARTA. Produsen sepatu tak mau ketinggalan memanfaatkan momen Lebaran sekaligus tahun ajaran baru. Mereka memprediksi penjualan sepanjang Juni dan Juli 2014 bakal menanjak tiga kali sampai empat kali lipat, dengan total nilai mencapai Rp 6 triliun-Rp 8 triliun. Hajatan lebaran dan tahun ajaran baru ini sekaligus menjadi ajang produsen untuk menguras stok. Agar target ini tercapai, sebagian besar produsen juga telah menggelar diskon besar-besaran. Harapannya, "Kalau omzet sebulan biasanya hanya Rp 2 triliun, bulan Juni Juli ini perkiraan bisa mencapai Rp 6-8 triliun. Trennya meningkat satu bulan sebelum puasa," kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko kepada KONTAN, Selasa (24/6). Meski momen lebaran menjadi puncak panen raya bagi industri sepatu di Indonesia, Eddy menyebut penjualan sepatu pada musim lebaran ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan sepuluh tahun silam.
Produsen sepatu berharap cuan Lebaran
JAKARTA. Produsen sepatu tak mau ketinggalan memanfaatkan momen Lebaran sekaligus tahun ajaran baru. Mereka memprediksi penjualan sepanjang Juni dan Juli 2014 bakal menanjak tiga kali sampai empat kali lipat, dengan total nilai mencapai Rp 6 triliun-Rp 8 triliun. Hajatan lebaran dan tahun ajaran baru ini sekaligus menjadi ajang produsen untuk menguras stok. Agar target ini tercapai, sebagian besar produsen juga telah menggelar diskon besar-besaran. Harapannya, "Kalau omzet sebulan biasanya hanya Rp 2 triliun, bulan Juni Juli ini perkiraan bisa mencapai Rp 6-8 triliun. Trennya meningkat satu bulan sebelum puasa," kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko kepada KONTAN, Selasa (24/6). Meski momen lebaran menjadi puncak panen raya bagi industri sepatu di Indonesia, Eddy menyebut penjualan sepatu pada musim lebaran ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan sepuluh tahun silam.