JAKARTA. Daya beli masyarakat yang menurun membuat perusahaan tisu, PT Graha Kerindo Utama (GKU) mengubah strategi pemasarannya. Perusahaan ini mengaku hingga September 2015 terjadi penurunan penjualan tisu sebesar 10% di pasar dalam negri. Makanya untuk menyiasati pelemahan ini, sejak semester II 2015 ini, Graha Kerindo mulai mengurangi porsi penjualan tisu di pasar domestik dan mengalihkannya ke penjualan ekspor. Direktur Graha Kerindo, Bambang Dwi Setiawan menuturkan, strategi ini dilakukan agar bisnis tisu tidak semakin menurun, makanya pihaknya menambah porsi penjualan ekspor sebesar 5%, sedangkan penjualan dalam negeri dikurangi sebesar 5%.
Produsen tisu Tessa tambah porsi penjualan ekspor
JAKARTA. Daya beli masyarakat yang menurun membuat perusahaan tisu, PT Graha Kerindo Utama (GKU) mengubah strategi pemasarannya. Perusahaan ini mengaku hingga September 2015 terjadi penurunan penjualan tisu sebesar 10% di pasar dalam negri. Makanya untuk menyiasati pelemahan ini, sejak semester II 2015 ini, Graha Kerindo mulai mengurangi porsi penjualan tisu di pasar domestik dan mengalihkannya ke penjualan ekspor. Direktur Graha Kerindo, Bambang Dwi Setiawan menuturkan, strategi ini dilakukan agar bisnis tisu tidak semakin menurun, makanya pihaknya menambah porsi penjualan ekspor sebesar 5%, sedangkan penjualan dalam negeri dikurangi sebesar 5%.