KONTAN.CO.ID - Sektor bisnis layanan transportasi dan pesan antar global kembali dihebohkan oleh langkah ekspansi agresif Uber Technologies Incorporated di bawah kepemimpinan CEO Dara Khosrowshahi. Sosok pemimpin bertangan dingin ini menjadi pusat perhatian setelah dewan direksi perusahaan menggelar rapat intensif untuk membahas peningkatan penawaran akuisisi terhadap Delivery Hero, sebuah raksasa pengiriman makanan asal Jerman. Aksi korporasi ini menegaskan kembali reputasi Dara Khosrowshahi sebagai arsitek finansial yang gemar melakukan konsolidasi pasar skala besar.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier Dara Khosrowshahi
Dara Khosrowshahi lahir di Teheran, Iran, pada tahun 1969 dari keluarga pengusaha sukses. Keluarganya kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat saat terjadi Revolusi Iran pada akhir dekade 1970-an. Tumbuh besar di New York, ia menunjukkan ketertarikan kuat pada bidang teknologi dan manajemen operasional yang menuntunnya menempuh pendidikan tinggi profesional. Ia menyelesaikan pendidikan formal di universitas bergengsi dengan spesifikasi keilmuan yang matang. Berikut adalah rekam jejak akademis dan awal karier kepemimpinan Dara Khosrowshahi:- Gelar Sarjana: S1 Teknik Elektro dari Brown University pada tahun 1991.
- Karier Awal: Analis keuangan di bank investasi Allen & Company pada rentang tahun 1991-1998.
- Eksekutif Senior: Menjabat sebagai Chief Financial Officer di IAC/InterActiveCorp di bawah bimbingan mogul media Barry Diller.
- Posisi CEO Pertama: Memimpin Expedia Incorporated sebagai CEO selama rentang waktu 12 tahun pada periode 2005-2017.
Strategi Pemulihan Bisnis dan Budaya Kerja Uber
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di kantor pusat Uber, Dara Khosrowshahi dihadapkan pada kerugian operasional yang membengkak serta sentimen publik yang negatif. Langkah awal yang ia lakukan adalah merombak total budaya perusahaan dan menetapkan prinsip transparansi operasional yang ketat. Ia berhasil membawa Uber melantai di bursa saham New York Stock Exchange melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering pada tahun 2019. Di bawah arahannya, strategi korporasi dialihkan dari pertumbuhan bakar uang demi pangsa pasar, menjadi fokus pada efisiensi biaya dan pencapaian profitabilitas yang berkelanjutan. Fokus strategis ini terbukti ampuh ketika pandemi global melanda. Saat lini bisnis transportasi publik menyusut drastis, ia dengan cepat mengalihkan sumber daya utama perusahaan untuk memperkuat lini pengiriman makanan dan logistik melalui Uber Eats. Fleksibilitas kepemimpinan ini membuat Uber mampu bertahan, bahkan mencatatkan arus kas positif untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Tonton: UI Jadi Kampus Paling Diburu di SNBT 2026, Peminat Tembus 100 Ribu!Gebrakan Akuisisi Terkini: Delivery Hero dalam Bidikan
Kini, Dara Khosrowshahi kembali membawa Uber ke meja perundingan raksasa. Mengutip pemberitaan dari Reuters, dewan direksi Uber mengadakan pertemuan khusus pada Sabtu untuk membahas peningkatan nilai penawaran terhadap Delivery Hero yang berbasis di Jerman. Langkah ini diambil setelah salah satu pemegang saham utama Delivery Hero menolak tawaran awal yang diajukan oleh Uber. Manuver bisnis teranyar ini menunjukkan betapa agresifnya kepemimpinan Dara Khosrowshahi dalam menguasai pasar pesan antarregional Eropa dan global. Berikut adalah rincian detail fakta terkait negosiasi akuisisi Delivery Hero yang dilakukan oleh manajemen Uber:- Pertemuan Tingkat Tinggi: CEO Uber, Dara Khosrowshahi, terbang langsung ke Oslo untuk melakukan pertemuan tatap muka dengan Ketua Dewan Pengawas Delivery Hero, Kristin Skogen Lund.
- Nilai Penawaran Awal: Uber mengajukan penawaran awal sebesar 33 euro per saham, yang akan membuat valuasi grup pengiriman makanan tersebut mencapai lebih dari 11,5 miliar euro atau setara dengan US$13,39 miliar. Jika dikonversikan dengan kurs hari ini, nilai tersebut mencapai sekitar Rp 238,16 triliun.
- Penawaran Pemegang Saham: Uber sempat mendekati salah satu pemegang saham terbesar Delivery Hero dengan tawaran lebih tinggi, yaitu 38 euro per saham, namun penawaran tersebut tetap mendapatkan penolakan.
- Premium Harga Saham: Nilai 38 euro per saham mencerminkan premium sekitar 15,3% di atas harga penutupan saham Delivery Hero pada hari Jumat sebelumnya.
- Tuntutan Investor: Sejumlah pemegang saham Delivery Hero menyatakan kepada media bahwa mereka menginginkan harga divestasi di atas 40 euro per saham untuk keseluruhan kepemilikan perusahaan.
- Kompetisi Pasar: Platform pesaing DoorDash dikabarkan turut memantau pergerakan Delivery Hero dan telah mendekati investor, meskipun belum melakukan pembelian saham secara resmi.