KONTAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto melantik Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, sebagai bagian dari penataan jajaran Kabinet Merah Putih. Dradjad Hari Wibowo bukan nama baru dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik. Ia dikenal sebagai ekonom senior yang pernah berkiprah di lembaga riset, parlemen, sektor perbankan, hingga organisasi yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan. Profil dan Pendidikan Dradjad Hari Wibowo
Dradjad Hari Wibowo lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964. Data dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebutkan bahwa ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ekonomi di University of Queensland, Australia, hingga memperoleh gelar Master of Economics dan Doctor of Philosophy. Dalam profilnya di Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC), Dradjad disebut meraih gelar Ir dari IPB serta gelar MEc dan PhD dari University of Queensland. Ia juga tercatat sebagai valedictorian Fakultas Pertanian pada wisuda Juni 1987. Selain berkiprah sebagai ekonom, Dradjad juga memiliki pengalaman di dunia akademik. Ia tercatat sebagai Lektor Kepala atau Associate Professor di Perbanas Institute, Jakarta. Karier Dradjad Hari Wibowo di INDEF Dradjad memiliki perjalanan panjang bersama Institute for Development Economics and Finance (INDEF). Ia pernah menjadi anggota Dewan Direksi INDEF pada periode September 1999 hingga Februari 2004 dan kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai ekonom senior. Profil INDEF juga mencatatnya sebagai mantan Direktur lembaga tersebut. Di bidang publikasi, Dradjad telah menulis berbagai artikel mengenai ekonomi Indonesia, keuangan, politik, dan isu strategis. Pemikirannya juga kerap muncul dalam pemberitaan media massa Indonesia. INDEF mencatat Dradjad sebagai ekonom senior yang aktif dalam sejumlah kajian kebijakan. Namanya antara lain tercantum dalam publikasi mengenai kebijakan energi, subsidi, kapasitas fiskal, hingga isu pembangunan ekonomi. Pernah Berkiprah di Perbankan dan Pemerintahan Pengalaman Dradjad tidak hanya berada di lingkungan lembaga riset. Ia pernah menjadi anggota Dewan Komisaris PT Bank Negara Indonesia Tbk. pada Desember 2003 hingga Mei 2004. Saat itu, ia turut membantu proses restrukturisasi bank setelah muncul persoalan terkait surat kredit senilai US$170 juta. Ia juga pernah terlibat dalam berbagai agenda kebijakan pemerintah. Pada 2002, Dradjad menjadi anggota ahli National Food Security Board. Ia juga pernah memimpin tim Bappenas yang membahas alternatif kebijakan pengurangan utang dalam negeri pada Juli-Agustus 2002. Di tingkat internasional, Dradjad pernah terlibat sebagai anggota maupun juru bicara delegasi Indonesia dalam sejumlah organisasi dan forum, termasuk International Tropical Timber Organization (ITTO) dan Asian Forest Partnership. Dradjad Hari Wibowo Pernah Jadi Anggota DPR Karier politik Dradjad dimulai setelah ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pada Januari 2004. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2004-2009. Di parlemen, ia duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. INDEF juga mencatat bahwa Dradjad pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN pada periode tersebut. Setelah tidak lagi duduk di parlemen, kiprahnya di PAN tetap berlanjut. Ia pernah menduduki sejumlah posisi internal partai dan kemudian dipercaya sebagai Ketua Dewan Ahli PAN.
Baca Juga: Profil Muhammad Sarmuji, Politikus Golkar yang Kini Jabat Menperin Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan Selepas dari parlemen, Dradjad semakin aktif dalam isu pembangunan berkelanjutan. Pada 2009, ia mendirikan Sustainable Development Indonesia (SDI) yang berfokus pada upaya mendorong penerapan pembangunan berkelanjutan. Dua tahun kemudian, ia mendirikan Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC). Organisasi tersebut bergerak dalam sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan dan produk berbasis hutan dengan skema Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC). Dradjad menjabat sebagai Ketua IFCC pada 2011-2021. Setelah itu, ia menjadi Ketua Dewan Pendiri. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan PEFC yang berbasis di Jenewa. Selain itu, Dradjad ikut mendirikan Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) yang berbasis di Brussel dan Jakarta. Kiprah Akademik dan Publikasi Di bidang akademik, Dradjad tercatat sebagai Associate Professor di Perbanas Institute sejak 2007. Ia juga menerbitkan tulisan ilmiah mengenai ekonomi, perbankan dan keuangan, kehutanan, keberlanjutan, serta ekonomi kesehatan. Pada 2021, ia turut mendirikan jurnal Sustainability Science and Resources (SSR), jurnal akses terbuka yang membahas berbagai kajian terkait keberlanjutan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dradjad kemudian menjadi pemimpin redaksi jurnal tersebut pada Januari 2022 hingga Mei 2024. Pernah Menjabat di Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan BIN Pengalaman Dradjad di bidang kebijakan strategis juga mencakup Badan Intelijen Negara (BIN). Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan BIN pada Agustus 2015 hingga Oktober 2016. Pengalaman tersebut melengkapi rekam jejaknya yang mencakup ekonomi, keuangan, politik, pembangunan berkelanjutan, serta kebijakan strategis.
Kini Menjadi Wamenko Perekonomian Dengan latar belakang tersebut, Dradjad Hari Wibowo kini masuk ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Penunjukan tersebut menempatkannya di posisi yang berkaitan dengan koordinasi kebijakan perekonomian pemerintah. Dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi, lembaga riset, parlemen, perbankan, akademik, serta pembangunan berkelanjutan, perjalanan karier Dradjad Hari Wibowo menjadi bagian penting dari profilnya sebelum memasuki pemerintahan sebagai Wamenko Perekonomian. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News