Profil El Jardinero, Otak Kartel CJNG yang Diringkus di Meksiko



KONTAN.CO.ID - Audias Flores, yang dikenal dengan julukan “El Jardinero”, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam struktur Kartel Jalisco New Generation (CJNG).

Ia ditangkap oleh pasukan khusus Meksiko dalam operasi senyap di negara bagian Nayarit, pada Senin (27/4) waktu setempat.

Nama Flores selama ini jarang muncul ke publik, namun di kalangan aparat keamanan dan intelijen, ia dikenal sebagai sosok kunci di balik operasional CJNG, terutama di wilayah pesisir Pasifik Meksiko.


Baca Juga: El Mencho Tewas: Kartel CJNG Bakar Kota, Pemerintah Kirim 2.000 Tentara ke Jalisco

Otak di Balik Operasi Kartel Narkoba

Menurut Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, Flores merupakan komandan regional yang mengendalikan wilayah strategis kartel.

Mengutip laporan Reuters, El Jardinero bertanggung jawab atas berbagai aktivitas utama CJNG, mulai dari produksi narkoba di laboratorium tersembunyi, pengelolaan jalur penyelundupan, hingga distribusi ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat.

Tak hanya itu, Flores juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat penerus Nemesio Oseguera Cervantes, pemimpin utama CJNG yang sebelumnya tewas dalam operasi keamanan pada Februari lalu.

Julukan El Jardinero yang berarti “tukang kebun” diyakini sebagai nama samaran untuk menyamarkan aktivitasnya.

Dalam dunia kartel, penggunaan alias seperti ini umum dilakukan untuk menghindari pelacakan aparat.

Ia disebut mengendalikan jaringan besar yang mencakup produksi hingga distribusi narkotika lintas negara.

Baca Juga: Bos Narkoba Korea Ditangkap, Kendalikan Jaringan dari Penjara Filipina

Diburu Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat telah lama memburu Flores. Pada 2021, Departemen Keuangan AS menetapkannya sebagai “pengedar narkotika asing signifikan”.

Ia juga didakwa oleh dewan juri AS atas berbagai tuduhan, termasuk konspirasi distribusi kokain dan heroin.

Bahkan, otoritas AS menawarkan hadiah hingga US$5 juta (sekitar Rp86,2 miliar) bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Johnson, menyebut penangkapan ini sebagai langkah besar dalam memerangi peredaran fentanyl yang memicu krisis kesehatan di negaranya.

Baca Juga: Profil Cole Allen: Tersangka Penembakan Trump Ternyata Guru Berprestasi

Berhasil Diringkus di Meksiko

Flores ditangkap di sebuah kabin di kawasan El Mirador, dekat Puerto Vallarta. Ia diketahui berada dalam pengawalan ketat puluhan kendaraan dan puluhan pria bersenjata.

Namun, operasi yang melibatkan lebih dari 500 personel, enam helikopter, dan sejumlah pesawat ini berhasil dilakukan tanpa baku tembak.

Flores sempat mencoba melarikan diri dan bersembunyi di saluran air, tetapi akhirnya berhasil diamankan oleh pasukan keamanan.

Selain Flores, aparat juga menangkap Cesar Alejandro N., alias “El Güero Conta”, yang diduga menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan kartel.

Langkah ini juga menjadi penting menjelang Piala Dunia 2026, di mana Meksiko akan menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Dengan tertangkapnya El Jardinero, pemerintah Meksiko berharap dapat melemahkan salah satu jaringan kriminal paling kuat di kawasan tersebut.

Baca Juga: Direktur FBI Kash Patel Seret Media ke Jalur Hukum, Tak Terima Dituduh Pemabuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News