KONTAN.CO.ID - Bos narkoba Meksiko Nemesio Oseguera, yang dikenal luas dengan julukan “El Mencho”, tewas dalam operasi militer pada Minggu (22/2) waktu setempat. Selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai salah satu tokoh kriminal paling berbahaya di dunia, dengan jejak kekerasan berdarah dalam perang melawan aparat pemerintah dan kartel saingan. Mantan polisi berusia sekitar 60 tahun itu memimpin kartel
Jalisco New Generation Cartel (CJNG), organisasi kejahatan lintas negara yang berkembang pesat menjadi salah satu kekuatan kriminal terbesar di Meksiko.
Buronan Bernilai US$15 Juta
El Mencho lama menjadi target utama aparat Meksiko dan Amerika Serikat. Mengutip
Reuters, pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah hingga US$15 juta (Rp 253,2 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan atau kematiannya. Pakar keamanan dari
Brookings Institution, Vanda Felbab-Brown, menyebut El Mencho sebagai “hadiah terbesar” bagi aparat penegak hukum, selain para pemimpin kartel Sinaloa. CJNG sendiri dituduh menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, termasuk fentanyl, yang dikaitkan dengan ratusan ribu kematian akibat overdosis dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: PM Kamboja, Hun Manet, Ungkap Fakta di Lapangan soal Pasukan Thailand Lahir di Desa Miskin
El Mencho lahir pada 1966 di sebuah desa miskin di pegunungan negara bagian Michoacan, wilayah barat Meksiko yang dikenal rawan hukum. Daerah tersebut selama puluhan tahun menjadi lokasi budidaya opium dan ganja, berdampingan dengan industri alpukat. Mengutip catatan
Reuters, El Mencho bekerja di ladang sebelum merantau ke Amerika Serikat saat masih kecil. Begitu tiba di AS, ia terlibat perdagangan heroin hingga akhirnya ditangkap dan dipenjara. Setelah bebas, ia dideportasi kembali ke Meksiko. Sekembalinya ke Meksiko, ia sempat bergabung dengan kepolisian sebelum masuk ke dunia kartel melalui Milenio Cartel, jaringan yang terkait dengan kartel Sinaloa.
Baca Juga: Kasus Epstein: Pengelola Warisan Sepakat Bayar US$35 Juta ke Korban Mendirikan Kartel CJNG
Setelah upaya merebut kendali Milenio Cartel gagal, El Mencho membentuk kelompoknya sendiri. Ia mendirikan CJNG dan menyatakan perang terhadap kartel Sinaloa yang pernah menjadi sekutunya. Kartel ini kemudian berkembang cepat menjadi kerajaan kriminal internasional, menyaingi organisasi yang pernah dipimpin Joaquin 'El Chapo' Guzman, tokoh legendaris yang kini dipenjara di Amerika Serikat. Penelurusan
Reuters mengungkap CJNG menggabungkan metode perdagangan narkoba ala Sinaloa dengan taktik ultra-kekerasan yang mirip kartel Zetas, termasuk pemerasan, penculikan, dan berbagai bisnis ilegal lain. Kelompok El Mencho terkenal karena metode intimidasi yang sangat kejam. Aksi pemenggalan kepala dan kekerasan ekstrem menjadi ciri khas untuk menakuti musuh maupun aparat. Dalam periode enam minggu pada 2015 saja, kelompok ini dilaporkan membunuh sekitar dua lusin polisi di Meksiko barat sebagai peringatan bagi pemerintah. Pada Mei 2015, saat pasukan Meksiko hampir menangkapnya, anak buah El Mencho menembak jatuh helikopter militer dengan peluncur granat roket demi memberi waktu bagi sang bos melarikan diri.
Baca Juga: Rangkaian Email Pangeran Andrew ke Epstein Terungkap, Ini Isinya Jaringan Politik dan Dukungan Sosial
CJNG juga membangun pengaruh politik dan sosial. Pakar kejahatan terorganisir dari Columbia University, Edgardo Buscaglia, menyebut kartel ini sebagai salah satu pembeli terbesar dukungan politik dan kampanye. Pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020, rekaman video menunjukkan warga antre menerima paket bantuan pangan berlogo CJNG yang dibagikan oleh anggota bersenjata. Hal ini memperlihatkan bagaimana kartel berusaha membangun basis dukungan di masyarakat. Kematian El Mencho dalam operasi militer menandai berakhirnya karier salah satu bos kartel paling berpengaruh di Meksiko modern. Namun para analis memperingatkan bahwa kejatuhannya bisa memicu perebutan kekuasaan dan gelombang kekerasan baru.
Baca Juga: Yoon Suk Yeol: Eks Jaksa Jadi Presiden, Kini Terancam Penjara Seumur Hidup Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News