Profil Evan Spiegel: Pendiri Snapchat, Sukses Mengubah Tren Media Sosial



KONTAN.CO.ID - Evan Spiegel sepertinya akan tetap dikenal sebagai CEO termuda di dunia teknologi. Tidak sekadar muda, dirinya juga sukses membuat Snapchat mendunia.

Evan Thomas Spiegel adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi modern sebagai pendiri dan CEO Snap Inc., perusahaan di balik aplikasi populer Snapchat yang fiturnya saat ini ditiru banyak kompetitor.

Bermula dari ide sederhana saat kuliah, Spiegel sukses mengubah tren media sosial secara total. 


Baca Juga: Profil Yan Junjie: Pendiri Perusahaan AI MiniMax, Jadi Miliarder di Usia 36 Tahun

Perjalanan Karier Evan Spiegel

Evan Spiegel lahir pada 4 Juni 1990 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Sejak muda, ia sudah menarik minat pada desain dan teknologi dengan mengikuti kursus desain di berbagai institusi.

Spiegel tercatat pernah belajar desain di sejumlah sekolah, seperti Otis College of Art and Design dan Art Center College of Design, sebelum masuk ke Stanford University untuk belajar desain produk.

Mengutip The Newsmen, karier Spiegel mulai menanjak ketika ia bersama teman kuliahnya Bobby Murphy dan Reggie Brown mengembangkan sebuah aplikasi pesan cepat dengan fitur unik berupa pesan yang hilang otomatis.

Ide ini pertama kali mereka wujudkan sebagai proyek kelas di Stanford dan diberi nama Picaboo sebelum akhirnya dikenal sebagai Snapchat pada tahun 2011.

Tak butuh waktu lama, Snapchat dengan cepat menarik perhatian dunia teknologi dan pengguna sosial media karena pendekatan baru dalam berkomunikasi.

Pada 2012, Snapchat berhasil merangkul 1 juta pengguna aktif harian. Spiegel memutuskan untuk meninggalkan pendidikan formalnya di Stanford demi fokus mengembangkan Snapchat secara penuh.

Spiegel bersama Bobby Murphy akhirnya mengubah struktur perusahaan menjadi Snap Inc. pada 2016 dan membuka peluang pertumbuhan lebih luas seperti perangkat keras (Spectacles) serta fitur augmented reality (AR) yang inovatif.

Baca Juga: Kisah Sukses Lukas Podolski, Eks Arsenal yang Kini Bangun Kerajaan Kebab

Peran Besar di Snap Inc.

Logo Snap Inc. terpampang di New York Stock Exchange (NYSE) saat perusahaan tersebut resmi melantai di pasar saham (IPO) pada 2017.
© Foto oleh REUTERS
Sebagai CEO Snap Inc., Spiegel tetap menjadi figur sentral dalam pengembangan strategi dan produk Snapchat yang memengaruhi cara jutaan orang berinteraksi setiap harinya.

Mengutip catatan Forbes, Spiegel membawa Snapchat fokus pada inovasi pengalaman visual dan augmented reality, membangun basis pengguna global yang besar, dan menjadi salah satu platform sosial media paling dikenal.

Sepanjang kariernya, Spiegel juga menerima sorotan karena keputusan strategis penting, termasuk menolak tawaran US$3 miliar dari Facebook di awal perkembangan Snapchat.

Langkah tersebut diakui banyak pengamat teknologi sebagai keputusan berani yang memungkinkan Snapchat tumbuh lebih besar.

Pada 2 Maret 2017, Snap Inc. melakukan Initial Public Offering (IPO) di New York Stock Exchange (NYSE) dengan simbol saham SNAP.

Perusahaan menetapkan harga saham awal IPO pada US$17 per lembar, dan berhasil mengumpulkan sekitar US$3,4 miliar dari penawaran tersebut.

IPO ini menjadikan Snap sebagai salah satu penawaran umum perdana terbesar untuk perusahaan teknologi di Amerika Serikat sejak Alibaba pada 2014, dengan valuasi awal sekitar US$24 miliar.

Baca Juga: Vlad Tenev: Imigran Bulgaria yang Guncang Wall Street dengan Robinhood

Kekayaan Evan Spiegel

Dalam hal kekayaan pribadi, Spiegel dikenal karena memiliki saham besar di Snap Inc. menurut Forbes real-time billionaire.

Pada awal 2026, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai lebih dari US$2,6 miliar, menjadikannya salah satu pengusaha teknologi termuda yang berstatus miliarder berkat kesuksesan Snapchat.

Baca Juga: Akhir Perlajanan Raja Scam: Miliarder Chen Zhi Diekstradisi Usai Kedoknya Bongkar

Selanjutnya: Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Melanjutkan Tren Perlambatan pada Kuartal IV-2025

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News