KONTAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi pada hari Senin (27/4) kemarin. Pelantikan yang berlangsung di Istana Negara tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat fungsi komunikasi di lingkungan inti kepresidenan. Melansir kanal berita Kompas.com (27/4), Hasan Nasbi hadir dengan mengenakan jas hitam dan dasi biru muda saat mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Profil dan Perjalanan Karier Hasan Nasbi
Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979. Berdasarkan data keanggotaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), ia memiliki rekam jejak akademik dan profesional sebagai berikut:- Pendidikan: Menamatkan sekolah di SMA 2 Bukittinggi dan menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI).
- Karier Jurnalistik: Sempat bekerja sebagai wartawan pada periode 2005-2006.
- Peneliti: Menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia pada 2006-2008.
- Lembaga Survei: Mendirikan lembaga konsultan politik dan survei nasional bernama Cyrus Network.
- Konsultan Politik: Mengutip informasi dari arsip pendaftaran relawan di KPU, ia sukses membantu pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 serta menginisiasi organisasi "Teman Ahok" pada 2017.
Riwayat Jabatan di Pemerintahan
Sebelum dipercaya menjadi Penasihat Khusus Presiden, Hasan Nasbi telah aktif dalam struktur komunikasi pemerintah di era Kabinet Merah Putih. Berikut adalah poin-poin penting transisi jabatannya:- Menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) pada awal masa pemerintahan Presiden Prabowo.
- Mengajukan pengunduran diri secara resmi pada 21 April 2025 melalui surat yang ditujukan kepada Presiden melalui Mensesneg dan Sekretaris Kabinet.
- Posisi Kepala PCO kemudian digantikan oleh Angga Raka Prabowo pada 17 September 2025, yang bertepatan dengan perubahan lembaga menjadi Badan Komunikasi (Bakom) RI.
- Kembali masuk ke jajaran istana sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi per 27 April 2026.