Profil James Murdoch, Sosok di Balik Akuisisi Vox dan New York Magazine



KONTAN.CO.ID - James Murdoch  tengah mendapatkan sorotan setelah mengakuisisi New York Magazine dan jaringan podcast milik Vox Media lewat perusahaan investasinya, Lupa Systems.

Mengutip laporan Reuters pada 20 Mei 2026, James Murdoch resmi mengumumkan transaksi bernilai lebih dari US$300 juta atau sekitar Rp5,29 triliun tersebut.

Selain New York Magazine, situs berita politik Vox.com juga ikut masuk dalam kesepakatan tersebut. Akuisisi ini membuat James Murdoch semakin agresif memperluas bisnis media digital dan podcast global.


Baca Juga: Profil Jeff England, Eks Walmart yang Kini Pimpin Rantai Pasokan Target

Podcast Vox Jadi Aset Penting

Dalam transaksi tersebut, divisi podcast Vox Media disebut memiliki nilai lebih tinggi dibanding New York Magazine.

Beberapa program populer yang tetap dipertahankan dalam kesepakatan ini adalah podcast Pivot yang dipandu Kara Swisher dan Scott Galloway.

“Akuisisi ini mencerminkan ketertarikan kami terhadap perkembangan budaya sekaligus komitmen mendalam pada jurnalisme berkualitas,” kata James Murdoch, dikutip dari Reuters.

Kara Swisher mengaku telah beberapa kali bertemu James dan Kathryn Murdoch sebelum kesepakatan tercapai. Ia menilai pasangan tersebut memahami bisnis media digital dan berani mengambil risiko.

Sementara Scott Galloway menyebut James Murdoch sebagai satu-satunya anggota keluarga Murdoch yang memungkinkan kesepakatan ini terjadi.

Baca Juga: Jon Voight Lobi Trump soal Pajak Film, Hollywood Terancam Pindah

Siapa James Murdoch?

James Murdoch merupakan pebisnis media berkewarganegaraan Inggris-Amerika dan putra dari taipan media Rupert Murdoch.

Namanya dikenal luas setelah memegang berbagai posisi penting di kerajaan media keluarga Murdoch selama hampir dua dekade.

Ia pernah menjadi CEO 21st Century Fox pada 2015-2019, Co-Chief Operating Officer 21st Century Fox, hingga CEO Sky plc pada 2003-2007.

James juga sempat memimpin STAR Group di Asia sebelum akhirnya fokus membangun bisnis investasinya sendiri.

Baca Juga: David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama di Inggris, Hartanya Rp27 Triliun

Berselisih dengan Rupert Murdoch

Meski lama berada di lingkaran bisnis keluarga, James Murdoch akhirnya memilih keluar dari kerajaan media Murdoch.

Pada 2020, ia mengundurkan diri dari dewan direksi News Corp karena perbedaan pandangan editorial dan arah perusahaan.

James diketahui beberapa kali mengkritik sikap media keluarga Murdoch yang dianggap terlalu konservatif, termasuk dalam isu perubahan iklim dan politik.

Konflik keluarga Murdoch juga sempat memanas terkait perebutan kendali perusahaan media keluarga.

Perselisihan itu akhirnya berakhir damai dan James bersama saudara-saudaranya keluar dari trust keluarga dengan nilai mencapai US$1,1 miliar masing-masing.

Baca Juga: Gautam Adani Janji Investasi US$10 Miliar, Kasus Hukumnya di AS Mereda

Fokus Bangun Lupa Systems dan Bisnis Teknologi

Setelah meninggalkan bisnis keluarga, James Murdoch fokus mengembangkan Lupa Systems sejak 2019.

Perusahaan investasi itu bergerak di bidang media, hiburan, dan teknologi. Lupa Systems juga memiliki sejumlah aset seperti Art Basel dan Tribeca Enterprises.

Selain bisnis media, James Murdoch juga tercatat menjadi anggota dewan direksi Tesla milik Elon Musk.

Melalui New York Magazine dan jaringan podcast Vox Media, James Murdoch diprediksi akan membangun ekosistem bisnis media baru yang lepas dari bayang-bayang sang ayah.

Baca Juga: Nvidia dan Jensen Huang Donasi AI Rp1,7 Triliun untuk Pendidikan dan Riset AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News