KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) kini memiliki nakhoda baru untuk sementara waktu. Jeffrey Hendrik telah ditetapkan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman yang masa jabatannya telah berakhir. Penunjukan ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat peran strategis Direktur Utama dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal di tanah air. Sebagai sosok yang bukan orang baru di lingkungan bursa, Jeffrey memikul tanggung jawab besar untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga: Kas Melimpah! Intip Strategi Senyap Warren Buffett Saat Pasar Saham Melonjak Rekam Jejak Profesional di Pasar Modal
Melansir dari laman
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memiliki latar belakang pendidikan yang solid di bidang ekonomi. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada tahun 1995. Sebelum menduduki posisi puncak sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Di posisi tersebut, ia dikenal aktif dalam mendorong literasi serta inklusi pasar modal bagi investor ritel maupun institusi. Berikut adalah perjalanan karier Jeffrey Hendrik yang sangat panjang di industri keuangan:
- PT Zone Pratama (1994-1996): Memulai karier profesionalnya di sektor keuangan.
- Corporate Finance PT Transpacific Securindo (1996-1999): Menangani berbagai aksi korporasi dan pendanaan perusahaan.
- Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas (1999-2022): Jeffrey memimpin perusahaan sekuritas ini selama lebih dari dua dekade, memperkuat basis investor ritel di Indonesia.
- Organisasi dan Satuan Tugas: Ia pernah menjabat sebagai Anggota Komite Perdagangan Efek dan Penyelesaian Transaksi BEI (2019-2020), Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia atau APEI (2020-2022), serta Anggota Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan OJK sejak 2021.
Fokus pada Stabilitas Operasional Bursa
Meskipun statusnya sebagai pejabat sementara, Jeffrey Hendrik memastikan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan saham harian. Transisi kepemimpinan dilakukan secara profesional sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance. Mengutip
Kompas.com (1/2), Jeffrey Hendrik memastikan bahwa operasional bursa akan tetap berjalan normal. Ia menekankan bahwa seluruh program strategis yang telah direncanakan sebelumnya akan terus dilanjutkan demi menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi para investor, terutama di tengah fluktuasi indeks yang dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global dan kondisi makroekonomi dalam negeri.
Tonton: AS Pasok Senjata Besar-besaran ke Israel dan Arab Saudi, Konflik Timur Tengah Makin Panas! Tantangan dan Target Pengembangan ke Depan
Sebagai Direktur Pengembangan yang kini merangkap tugas utama, Jeffrey dihadapkan pada sejumlah tantangan besar. Salah satunya adalah meningkatkan jumlah emiten yang melakukan penawaran umum perdana atau
Initial Public Offering (IPO) serta memperluas basis investor domestik. Hingga saat ini, BEI terus berupaya memperbanyak instrumen investasi, mulai dari produk derivatif hingga penguatan bursa karbon. Keahlian Jeffrey dalam berkomunikasi dengan pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap integritas pasar. Berdasarkan data terbaru hari ini, nilai tukar Rupiah berada di level Rp 16.774 per US$. Kondisi nilai tukar ini menjadi salah satu indikator yang diperhatikan bursa dalam memantau minat investor asing di pasar saham Indonesia.
Struktur Organisasi dan Tata Kelola
Penunjukan Pjs merupakan mekanisme lazim dalam organisasi institusi keuangan untuk menghindari kekosongan kepemimpinan saat proses seleksi direksi baru berlangsung. Jeffrey akan menjalankan fungsi eksekutif tertinggi hingga ditetapkan Direktur Utama definitif melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri keuangan, publik menaruh harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan Jeffrey, BEI dapat terus meningkatkan transparansi dan perlindungan investor. Hal ini sejalan dengan visi bursa untuk menjadi pasar modal yang kompetitif di tingkat regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News