KONTAN.CO.ID - Nama KNDS mulai menjadi perhatian pasar global setelah perusahaan industri pertahanan asal Eropa tersebut mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juli 2026. KNDS dikenal sebagai produsen berbagai kendaraan tempur, termasuk tank Leopard 2 milik Jerman dan tank Leclerc milik Prancis. Perusahaan juga memproduksi artileri, kendaraan tempur taktis, hingga amunisi. Dengan valuasi yang diperkirakan mencapai 15 miliar euro atau sekitar Rp306 triliun, IPO KNDS diperkirakan menjadi salah satu pencatatan saham terbesar di sektor pertahanan Eropa.
Sejarah Lahirnya KNDS
KNDS berdiri pada 2015 melalui penggabungan perusahaan pertahanan Prancis, Nexter, dengan perusahaan Jerman Krauss-Maffei Wegmann (KMW). Merger tersebut dilakukan untuk membentuk perusahaan pertahanan Eropa yang mampu bersaing di pasar global sekaligus memperkuat kerja sama industri militer antara Prancis dan Jerman. Saat ini KNDS berkantor pusat di Amsterdam, Belanda, dan mempekerjakan sekitar 11.000 karyawan.
Baca Juga: Pantauan Performa Saham Magnificent Seven: Masih Layak Dikoleksi? Produk KNDS
KNDS memproduksi berbagai sistem persenjataan darat yang digunakan banyak negara. Beberapa produk utamanya meliputi:
- Tank tempur Leopard 2
- Tank tempur Leclerc
- Artileri gerak sendiri (self-propelled artillery)
- Kendaraan taktis militer
- Sistem amunisi
Permintaan terhadap produk pertahanan meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya belanja militer berbagai negara.
Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa Kinerja KNDS Terus Bertumbuh
Mengutip
Reuters, pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan 4,4 miliar euro atau sekitar Rp89,8 triliun, naik 16% dibanding tahun sebelumnya. Untuk 2026, KNDS memperkirakan penjualannya masih akan meningkat sekitar 30%. Dalam jangka menengah, perusahaan menargetkan pendapatan mencapai 11 miliar hingga 12 miliar euro, setara Rp224,4 triliun hingga Rp244,8 triliun. Sementara itu, laba operasional pada 2025 mencapai 661 juta euro atau sekitar Rp13,48 triliun, dengan margin operasional sebesar 15%. KNDS juga memiliki kontrak yang belum dikerjakan (
order backlog) senilai 33,1 miliar euro atau sekitar Rp675,2 triliun, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX KNDS Bersiap IPO
KNDS berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Paris dan Bursa Frankfurt pada paruh pertama Juli 2026. IPO dilakukan melalui penjualan sebagian saham milik pemegang saham lama sehingga perusahaan tidak menerbitkan saham baru. Saat ini kepemilikan KNDS terbagi rata antara pemerintah Prancis dan keluarga pemilik KMW dari Jerman. Setelah IPO, pemerintah Prancis diperkirakan akan mempertahankan kepemilikan sekitar 40%. Di sisi lain, pemerintah Jerman akan menguasai sekitar 40% saham melalui bank pembangunan negara KfW sehingga komposisi kepemilikan kedua negara tetap seimbang.
Baca Juga: SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya Mengapa IPO KNDS Menjadi Sorotan?
IPO KNDS menarik perhatian investor karena perusahaan beroperasi di sektor pertahanan yang tengah mengalami pertumbuhan pesat. Selain memiliki portofolio produk yang telah digunakan banyak negara, KNDS juga memiliki nilai kontrak yang besar, pertumbuhan pendapatan yang konsisten, serta prospek bisnis yang didukung meningkatnya anggaran pertahanan di berbagai kawasan. Apabila IPO berjalan sesuai rencana, KNDS diperkirakan memiliki valuasi sekitar 15 miliar euro atau sekitar Rp306 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan pertahanan paling bernilai di Eropa yang tercatat di bursa.
Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis