KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics masih menjadi pemain dominan dalam industri teknologi global, terutama pada sektor semikonduktor dan ponsel pintar. Di balik gurita bisnis asal Korea Selatan tersebut, sosok Lee Jae-yong, atau yang dikenal secara internasional sebagai Jay Y. Lee, memegang peranan vital sebagai pimpinan puncak. Sebagai generasi ketiga dari keluarga pendiri Samsung, langkah strategis Lee menjadi sorotan investor karena dampaknya yang signifikan terhadap rantai pasok teknologi dunia.
Rekam Jejak dan Transformasi Kepemimpinan
Lahir pada tahun 1968, Lee Jae-yong merupakan putra dari mendiang Lee Kun-hee. Ia mulai bergabung dengan Samsung pada tahun 1991 dan secara bertahap menempati posisi strategis hingga akhirnya diangkat sebagai Executive Chairman Samsung Electronics pada Oktober 2022. Pendidikan formalnya yang ditempuh di Universitas Nasional Seoul, Universitas Keio, dan Harvard Business School memberinya perspektif global yang kuat dalam mengelola korporasi lintas negara. Melansir Britannica, peran Lee menjadi sangat sentral sejak ayahnya mengalami serangan jantung pada tahun 2014. Meskipun sempat menghadapi kendala hukum terkait suap dan manipulasi saham yang menghebohkan publik Korea Selatan, Lee berhasil kembali memegang kendali penuh setelah mendapatkan pengampunan presiden dan putusan pengadilan yang membebaskannya dari tuduhan pada awal tahun 2024. Stabilitas kepemimpinan ini dianggap penting oleh pasar untuk memastikan kelanjutan proyek investasi jangka panjang Samsung.Fokus Strategis pada Semikonduktor dan AI
Di bawah kendalinya, Samsung diarahkan untuk tidak hanya menjadi pemimpin di pasar perangkat keras, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam ekosistem AI dunia. Mengutip Fortune, Lee Jae-yong masuk dalam daftar individu paling berpengaruh di dunia tahun 2025 karena kemampuannya menavigasi Samsung melewati persaingan ketat cip memori tingkat tinggi (High Bandwidth Memory) yang dibutuhkan untuk pemrosesan AI. Ada beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus utama Lee dalam mempertahankan daya saing Samsung:- Inovasi Foundry: Ambisi untuk menyalip TSMC dalam kontrak pembuatan cip dengan teknologi fabrikasi di bawah 3 nanometer.
- Ekosistem AI: Integrasi kecerdasan buatan ke dalam seluruh lini produk mulai dari alat rumah tangga hingga perangkat seluler Galaxy.
- Diversifikasi Rantai Pasok: Membangun fasilitas produksi baru, termasuk di Texas, Amerika Serikat, untuk memitigasi risiko geopolitik.
- Teknologi Layar (Display): Mempertahankan dominasi pada panel OLED untuk perangkat premium.