KONTAN.CO.ID - Hubungan diplomatik dan politik antara Vatikan dan Amerika Serikat kini tengah berada dalam tensi tinggi. Sosok Paus Leo XIV yang dikenal progresif kini menjadi sasaran kritik tajam dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ketegangan ini memicu perhatian dunia internasional terhadap latar belakang sang pemimpin Gereja Katolik tersebut. Perseteruan ini memuncak setelah Donald Trump melontarkan serangan verbal yang cukup keras terhadap Paus Leo XIV.
Profil dan Jejak Karier Paus Leo XIV
Paus Leo XIV lahir dengan nama Robert Francis Prevost. Sebelum terpilih menduduki tahta suci di Vatikan, ia merupakan seorang kardinal yang memiliki rekam jejak panjang dalam administrasi gereja dan pelayanan misi. Lahir di Chicago, Amerika Serikat, latar belakangnya sebagai orang Amerika memberikan perspektif unik dalam kepemimpinannya di Vatikan. Mengutip informasi dari situs resmi Vatican, Robert Francis Prevost adalah anggota Ordo Santo Agustinus (OSA). Sebelum menjadi Paus, ia menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Uskup, sebuah posisi sangat strategis yang bertanggung jawab dalam pemilihan uskup di seluruh dunia. Karier internasionalnya dimulai ketika ia bertugas sebagai misionaris di Peru, yang kemudian membentuk keberpihakannya pada isu-isu kemiskinan dan keadilan sosial di negara-negara berkembang. Berdasarkan data dari Britannica, pemilihan namanya sebagai Leo XIV memberikan sinyal kuat mengenai arah kepemimpinannya. Nama "Leo" sering dikaitkan dengan tradisi intelektual dan diplomatik gereja yang kuat, merujuk pada pendahulunya seperti Paus Leo XIII yang dikenal karena ensikliknya tentang hak-hak pekerja dan keadilan sosial bagi kaum buruh di era industri.Kronologi Perseteruan dengan Donald Trump
Ketegangan antara dua tokoh besar ini sebenarnya bukan terjadi secara mendadak. Ada beberapa faktor fundamental yang membuat kebijakan Paus Leo XIV bertabrakan langsung dengan visi politik Donald Trump. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi pemicu gesekan tersebut:- Kebijakan Imigrasi: Paus Leo XIV secara konsisten menyuarakan perlindungan terhadap pengungsi dan migran, menyebut bahwa membangun dinding bukan solusi bagi kemanusiaan. Sebaliknya, Trump tetap teguh pada kebijakan pembatasan imigrasi yang ketat.
- Perubahan Iklim: Vatikan di bawah kepemimpinan Leo XIV mendorong negara-negara besar untuk segera melakukan transisi energi hijau. Trump secara terbuka sering meragukan urgensi isu iklim dan mengedepankan industri fosil.
- Keadilan Ekonomi: Pidato-pidato Paus yang sering mengkritik kapitalisme liar dianggap oleh pihak Trump sebagai bentuk campur tangan terhadap sistem ekonomi pasar bebas Amerika Serikat.
Tugas dan Tanggung Jawab Paus dalam Hierarki Vatikan
Sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan kepala negara Kota Vatikan, Paus Leo XIV memegang kekuasaan yang mencakup aspek spiritual sekaligus administratif. Perannya tidak hanya terbatas pada urusan iman, tetapi juga mencakup diplomasi internasional dengan lebih dari 180 negara.- Kepemimpinan Spiritual: Menetapkan ajaran moral dan doktrin bagi lebih dari 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia melalui ensiklik dan surat apostolik.
- Kepala Negara: Memimpin Kota Vatikan sebagai negara berdaulat, termasuk mengelola sistem perbankan Vatikan (IOR) dan menjalin hubungan diplomatik.
- Pengangkatan Hierarki: Menunjuk kardinal-kardinal baru yang nantinya akan menjadi pemilih dalam konklaf untuk menentukan penerusnya.
- Reformasi Birokrasi: Melanjutkan pembersihan internal terhadap skandal keuangan dan administrasi di dalam Kuria Romawi.