Profil Peter Magyar: Pemimpin Baru Hungaria, Sukses Gusur Viktor Orban



KONTAN.CO.ID - Politikus oposisi Peter Magyar berhasil mengakhiri dominasi panjang Viktor Orban yang telah berkuasa selama 16 tahun sebagai perdana menteri.

Kemenangan mengejutkan terjadi dalam pemilu Hungaria 2026. Berdasarkan hasil sementara, partai Tisza yang dipimpin Magyar meraih 137 kursi dari total 199 kursi parlemen.

Perolehan tersebut memberikan mayoritas dua pertiga, sebuah capaian signifikan yang berpotensi mengubah arah politik Hungaria secara drastis.


Menurut laporan Reuters, pemilu ini mencatat partisipasi pemilih tertinggi dalam sejarah modern Hungaria.

Baca Juga: Viktor Orban Kalah Pemilu, Ini Profil dan Perjalanan Politiknya

Dari Pengagum Jadi Rival Politik

Lahir pada 1981 dari keluarga berlatar belakang hukum, Peter Magyar menempuh pendidikan hukum dan sempat berkarier di bidang diplomasi serta lembaga keuangan negara.

Saat masih kecil, Peter Magyar pernah mengidolakan Viktor Orban. Wajar saja, Orban memang dikenal sebagai simbol perjuangan anti-komunis Hungaria pada akhir 1980-an.

Orban kala itu menjadi figur penting dalam gerakan demokrasi, bahkan secara terbuka menuntut penarikan pasukan Soviet dari Hungaria pada 1989.

Namun, seiring waktu, pandangan Magyar berubah. Ia mengaku kecewa terhadap pemerintahan Orban yang dinilai sarat korupsi dan propaganda.

Nama Magyar mulai dikenal luas dua tahun lalu, setelah mantan istrinya, Judit Varga, mundur dari jabatan publik akibat skandal pemberian pengampunan dalam kasus pelecehan seksual.

Sejak saat itu, Magyar mengambil jarak dari partai Fidesz dan mulai membangun kekuatan politik baru.

Baca Juga: Min Aung Hlaing Presiden, Militer Myanmar Pegang Kendali Kabinet

Dukungan Kuat dari Partai Tisza

Karier politik Magyar berkembang sangat cepat. Hanya dalam waktu empat bulan sejak tampil dalam wawancara publik, partai Tisza langsung meraih 30% suara dalam pemilu Parlemen Eropa 2024.

Kini, dalam pemilu nasional, Tisza berhasil mengungguli Fidesz secara telak.

Keberhasilan ini tak lepas dari strategi kampanye akar rumput yang agresif, termasuk menyasar basis pemilih tradisional Fidesz di wilayah pedesaan.

Magyar juga memanfaatkan media sosial secara efektif, serta mengusung narasi perubahan yang kuat. Langkah ini sukses menarik simpati pemilih yang menginginkan alternatif dari sistem lama.

Baca Juga: Kata Bos IMF Soal Perang Timteng: Picu Inflasi Tinggi, Negara Miskin Paling Terpukul

Dekat dengan Pemilih Konservatif

Meski membawa agenda perubahan, Magyar tetap berhati-hati agar tidak kehilangan dukungan dari pemilih konservatif.

Ia tidak sepenuhnya mendukung percepatan keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, serta tetap menolak kuota migran dari Uni Eropa.

Selain itu, pagar perbatasan yang dibangun era Orban untuk menahan migran ilegal kemungkinan akan tetap dipertahankan.

Pendekatan ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga keseimbangan antara reformasi dan stabilitas politik domestik.

Magyar berjanji akan membawa Hungaria kembali ke jalur pro-Uni Eropa, termasuk membuka kembali akses dana miliaran euro yang sebelumnya dibekukan.

Ia juga menargetkan pengurangan ketergantungan energi pada Rusia hingga 2035, meski tetap menjaga hubungan pragmatis dengan Moskow.

Baca Juga: Paus Leo Akhirnya Serang Trump, Vatikan Ambil Sikap Tegas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News