KONTAN.CO.ID - Dunia perfilman Hollywood kehilangan salah satu aktor karakter terbesar sepanjang masa. Robert Duvall, peraih Academy Award yang dikenal lewat berbagai peran kuat di film klasik, meninggal dunia pada usia 95 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh istrinya, Luciana Duvall, melalui unggahan di Facebook. Dalam pernyataannya, Luciana menyebut sang suami wafat dengan tenang pada hari Minggu (15/2) waktu setempat. Penyebab kematian tidak diungkapkan. Ia hanya menyampaikan bahwa Duvall adalah seniman yang selalu memberikan seluruh jiwa dan kejujurannya pada setiap karakter yang diperankan.
Karier Duvall berjalan lebih dari enam dekade dengan hampir 100 judul film. Catatan itu menjadikannya salah satu aktor paling produktif sekaligus berpengaruh di Hollywood.
Baca Juga: Skandal Jeffrey Epstein Seret Bos DP World, Sultan Ahmed Bin Sulayem Undur Diri Latar Belakang Robert Duvall
Mengutip
Reuters, Robert Duvall lahir dari keluarga militer. Ayahnya adalah seorang laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat, sementara ibunya memiliki minat besar pada dunia seni peran. Ia tumbuh di Annapolis, Maryland, sebelum melanjutkan pendidikan di Principia College, Illinois. Setelah menyelesaikan kuliah dan menjalani dinas di Angkatan Darat AS, Duvall memutuskan pindah ke New York untuk mengejar karier akting. Di kota inilah ia berjuang dari nol sebagai aktor muda, bahkan sempat tinggal serumah dengan Dustin Hoffman serta bersahabat dengan Gene Hackman ketika ketiganya masih belum terkenal. Peran film pertamanya datang lewat karakter Boo Radley dalam "To Kill a Mockingbird". Meski tampil singkat, perannya sebagai sosok misterius tersebut langsung menarik perhatian industri film.
Baca Juga: Elon Musk vs Jeff Bezos: Duel Miliarder AS Rebutan Bangun Pangkalan di Bulan Puncak Karier dan Peran Ikonik
Nama Robert Duvall semakin melambung berkat peran Tom Hagen, pengacara keluarga mafia Corleone, dalam "The Godfather" dan sekuelnya. Karakter ini menjadi salah satu tokoh pendukung paling berpengaruh dalam sejarah film gangster. Ia juga meninggalkan kesan mendalam sebagai Letnan Kolonel Bill Kilgore dalam "Apocalypse Now". Meski hanya muncul sebentar, dialog legendaris tentang “aroma napalm di pagi hari” menjadikannya salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah sinema. Sepanjang kariernya, Duvall menerima tujuh nominasi Oscar. Ia memenangkan Aktor Terbaik berkat perannya sebagai penyanyi country yang terpuruk dalam "Tender Mercies". Ia juga mendapat nominasi untuk sejumlah film lain, termasuk "The Great Santini", "A Civil Action", dan "The Judge". Selain film layar lebar, ia juga sukses di televisi. Duvall memenangkan Emmy melalui miniseri "Broken Trail" dan meraih nominasi untuk "Lonesome Dove", di mana ia memerankan tokoh koboi Gus McRae, peran yang ia sebut sebagai favoritnya.
Baca Juga: Bos MU, Sir Jim Ratcliffe, Minta Maaf Usai Sebut Inggris Dikolonisasi Imigran Berkarya di Balik Layar
Duvall memilih membuat film secara mandiri saat menyatakan mulai jenuh dengan sistem studio Hollywood. Ia menulis, menyutradarai, sekaligus membintangi "The Apostle", film yang kembali mengantarkannya pada nominasi Oscar. Ia juga menggarap "Assassination Tango", sebuah proyek personal yang mencerminkan kecintaannya pada tarian tango dan Argentina, negara tempat ia bertemu istri keempatnya, Luciana Pedraza. Kepergian Robert Duvall menandai berakhirnya era aktor karakter klasik Hollywood. Sosoknya dikenal mampu menghadirkan kedalaman emosi dan keaslian pada setiap peran, sekecil apa pun durasinya di layar.
Baca Juga: Jejak Roman Abramovich, Oligarki Rusia yang Mengubah Chelsea Jadi Raksasa Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News