KONTAN.CO.ID - SK Hynix menjadi sorotan pasar global setelah mengumumkan rencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq, Amerika Serikat, pada 10 Juli 2026. Produsen chip asal Korea Selatan tersebut menargetkan penghimpunan dana hingga US$29,43 miliar atau sekitar Rp529,1 triliun. Jika terealisasi, nilai tersebut akan menjadikan IPO SK Hynix sebagai penawaran saham terbesar kedua di dunia, hanya di bawah IPO SpaceX senilai US$85,7 miliar.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq dan S&P 500 Tertekan Saham Teknologi Profil SK Hynix
SK Hynix merupakan perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan yang memproduksi berbagai jenis chip memori, seperti DRAM, NAND Flash, dan
High Bandwidth Memory (HBM). Perusahaan ini merupakan produsen chip memori terbesar kedua di dunia setelah Samsung Electronics. Dalam beberapa tahun terakhir, SK Hynix menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Chip HBM buatan SK Hynix banyak digunakan untuk pusat data AI dan menjadi komponen penting bagi pelanggan besar seperti Nvidia dan Google. Permintaan yang terus meningkat membuat harga saham SK Hynix melonjak sekitar 329% sepanjang 2026. Hasilnya, perusahaan tersebut menyalip Samsung Electronics sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Korea Selatan. Mengutip laporan
Reuters, nilai pasar atau valuasi SK Hynix kini mencapai sekitar US$1,2 triliun atau sekitar Rp21.576 triliun.
Baca Juga: Pantauan Performa Saham Magnificent Seven: Masih Layak Dikoleksi? Mengapa SK Hynix IPO di Nasdaq?
SK Hynix memilih Nasdaq untuk memperluas akses terhadap investor global, khususnya investor Amerika Serikat yang banyak berinvestasi pada sektor teknologi. Analis senior NH Investment & Securities, Ryu Young-ho, menilai pencatatan saham di Nasdaq dapat meningkatkan valuasi perusahaan karena SK Hynix akan diperdagangkan bersama pesaingnya, Micron Technology. "Manfaat paling menarik bagi investor adalah SK Hynix akan diperdagangkan di Nasdaq bersama pesaingnya, Micron. Hal itu memberi peluang bagi perusahaan untuk memperoleh valuasi baru di pasar AS," ujar Ryu. Menurut dia, peningkatan valuasi di Amerika Serikat juga berpotensi berdampak positif terhadap harga saham SK Hynix yang diperdagangkan di Korea Selatan. Pandangan serupa disampaikan analis senior CLSA, Sanjeev Rana, yang menilai ekspektasi IPO telah menjadi salah satu pendorong reli saham SK Hynix "Jika mereka bisa memperoleh kelipatan valuasi yang setidaknya setara dengan Micron, maka harga saham di Korea juga perlu mencerminkan hal tersebut. Saya tidak akan terkejut jika reli saham ini masih berlanjut," kata Rana.
Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa Dana IPO untuk Perluas Produksi Chip AI
Dalam aksi korporasi ini, SK Hynix akan menerbitkan hingga 17,79 juta saham baru dalam bentuk
American Depositary Receipt (ADR) di Nasdaq. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun pabrik chip baru di Korea Selatan sekaligus membeli peralatan produksi semikonduktor, termasuk mesin
Extreme Ultraviolet (EUV) buatan perusahaan Belanda, ASML. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi chip AI yang permintaannya terus bertumbuh.
Portfolio Manager Allspring Global Investments, Gary Tan, menilai aksi penghimpunan dana ini tidak akan banyak mengubah prospek bisnis SK Hynix maupun industri chip memori. "Nilai penghimpunan dananya memang besar, tetapi hanya menimbulkan dilusi yang terbatas dan masih tergolong kecil dibandingkan rencana belanja modal jangka menengah perusahaan," ujarnya. Dengan tambahan modal untuk memperluas kapasitas produksi serta tingginya permintaan chip AI dari pelanggan seperti Nvidia dan Google, SK Hynix diperkirakan masih memiliki peluang mempertahankan pertumbuhan bisnisnya dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Apa Risiko IPO SpaceX? Investor Veteran Jim Chanos Beri Peringatan