KONTAN.CO.ID - Sebagai pemimpin perusahaan paling bernilai di dunia, kehadiran CEO Apple Inc., Tim Cook, dalam rombongan Donald Trump ke China pekan ini merupakan langkah defensif sekaligus ofensif. China bagi Apple bukan sekadar pasar, melainkan jantung dari seluruh ekosistem produksinya. Melansir dari Britannica, Cook dikenal sebagai operasional jenius yang berhasil menyelamatkan Apple dari ambang kebangkrutan pada akhir 1990-an dengan merestrukturisasi rantai pasok.
Kehidupan Awal dan Karier Sebelum Apple
Mengutip profil biografi dari Encyclopedia.com, Timothy Donald Cook lahir pada 1 November 1960 di Robertsdale, Alabama. Ia besar di keluarga sederhana; ayahnya adalah pekerja galangan kapal dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Cook lulus sebagai peringkat kedua terbaik di sekolahnya sebelum melanjutkan studi teknik industri di Auburn University. Sebelum bergabung dengan Apple, Cook membangun reputasi solid selama 12 tahun di IBM, di mana ia menjabat sebagai Direktur Pemenuhan Amerika Utara. Ia juga sempat menduduki posisi eksekutif di Intelligent Electronics dan Compaq. Pada 1998, ia mengambil risiko besar dengan bergabung ke Apple setelah melakukan wawancara selama lima menit dengan Steve Jobs, sebuah keputusan yang ia sebut sebagai langkah paling signifikan dalam hidupnya. Berikut adalah rincian kualifikasi dan rekam jejak Tim Cook:- Nama Lengkap: Timothy Donald Cook
- Tempat, Tanggal Lahir: Mobile, Alabama, 1 November 1960
- Pendidikan: S1 Teknik Industri (Auburn University), MBA (Duke University)
- Status Kehormatan: Fuqua Scholar (Lulusan 10% terbaik di Duke University)
- Jabatan: CEO Apple Inc. (sejak 2011)
- Keahlian: Manajemen inventaris (Inventory Management) dan efisiensi rantai pasok global.
Agenda Strategis di Beijing
- Stabilitas tarif untuk produk elektronik konsumen yang dirakit di China.
- Akses pasar yang lebih luas bagi layanan Apple seperti App Store dan Apple TV+ di wilayah daratan China.
- Negosiasi standar keberlanjutan energi untuk pabrik-pabrik mitra Apple di Asia.