Profil Zhang Yong, Pendiri Haidilao yang Masuk Daftar Orang Terkaya Singapura



KONTAN.CO.ID - Kesuksesan restoran hotpot Haidilao tidak akan lepas dari sosok Zhang Yong. Bersama istrinya, Shu Ping, Zhang  sukses mengubah kedai kecil menjadi jaringan kuliner global.

Tak hanya sukses sebagai pengusaha restoran, Zhang Yong juga masuk jajaran orang terkaya di Singapura versi Forbes dalam beberapa tahun terakhir.

Dari Kedai Kecil ke Raksasa Hotpot

Haidilao didirikan pada tahun 1994 di Jianyang, Provinsi Sichuan. Zhang Yong, Shu Ping, dan dua rekannya memulai usaha ini dengan modal kurang dari 10.000 yuan.


Zhang yang memiliki naluri bisnis sangat kuat, langsung mengambil peran sebagai manajer umum dan memasang target kepemilikan aset hingga 150.000 yuan dalam waktu lima tahun.

"Saya bersumpah kalau gagal, saya akan memberi mereka kompensasi. Jumlah itu sangat besar untuk sekelompok anak muda berusia dua puluhan seperti kami, jadi mereka semua agak terkejut," ungkap Zhang dalam wawancara dengan The Economic Newspaper tahun 2011.

Saat memulai bisnis restoran hotpot, Zhang bahkan mengakui bahwa dirinya tidak tahu cara menyiapkan hotpot tradisional Sichuan.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya Dunia, Februari 2026: Miliarder Teknologi Mendominasi

Pelayanan Inovatif Jadi Kunci

Keberhasilan Haidilao tidak hanya bertumpu pada rasa makanan, tetapi juga pada strategi layanan pelanggan yang unik dan inovatif.

Kedekatan Zhang Yong dengan para karyawannya membuat dirinya mampu menangkap banyak keluhan dan masukan yang mereka terima dari pelanggan.

Hasilnya, Haidilao memiliki beberapa layanan khas yang membuatnya berbeda dari restoran lain. Di antaranya adalah:

  • Manikur gratis saat pelanggan menunggu antrean
  • Ikat rambut dan pelindung ponsel
  • Tempat tidur bayi
  • Photo booth
  • Pertunjukan mi tarik (noodle dance) yang ikonik
Zhang juga dikenal memberikan otonomi besar kepada karyawan. Ia percaya bahwa staf lapangan paling memahami kebutuhan konsumen.

Lonjakan Kekayaan Zhang Yong

Pada 2018, Haidilao resmi melantai di Bursa Efek Hong Kong melalui IPO senilai hampir US$ 1 miliar. Valuasi perusahaan saat itu mencapai sekitar US$ 12 miliar.

Langkah ini mengangkat Zhang Yong menjadi salah satu pengusaha restoran terkaya di dunia. Di tahun yang sama, Zhang dan Shu Ping resmi menjadi warga negara Singapura.

Mengacu data Forbes Real-Time Billionaires per 13 Februari 2026, Zhang Yong ada di peringkat keenam dalam daftar orang terkaya di Singapura.

Kekayaannya ditaksir ada di angka US$6,2 miliar atau setara dengan Rp 104,4 triliun.

Baca Juga: Skandal Suap Huawei Singapura: Eks Direktur Dijebloskan ke Penjara

Restrukturisasi Bisnis Pasca Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi ujian berat bagi Haidilao. Pada 2021, perusahaan melaporkan kerugian sekitar 4,16 miliar yuan dan mengumumkan penutupan atau penangguhan sekitar 300 gerai dengan performa terburuk.

Pada 2022, Zhang Yong mundur dari posisi CEO dan menjabat sebagai ketua serta direktur eksekutif selama masa restrukturisasi.

Strategi efisiensi tersebut mulai menunjukkan hasil. Haidilao kembali mencatat laba sekitar 1,37 miliar yuan pada 2022 dan terus memperbaiki kinerja operasionalnya.

Ekspansi Global Haidilao

Mengutip laporan Bloomberg, Haidilao disebut berencana memperluas ekspansi di Amerika Serikat sebagai respons atas perlambatan konsumsi domestik di China.

Hingga 2025, Haidilao memiliki hampir 1.400 gerai di China daratan serta lebih dari 100 gerai di luar negeri, termasuk di Asia Tenggara, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

Di Indonesia sendiri, Haidilao menjadi salah satu restoran hotpot premium yang populer di kalangan pencinta kuliner China.

Baca Juga: Li Xiting, Pengusaha Medis yang Menjadi Orang Terkaya di Singapura

Selanjutnya: Prabowo: Anggaran MBG dari Efisiensi, Bukan Pemborosan Anggaran

Menarik Dibaca: Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News