Kinerja Bank Mayapada Membaik, Laba Tumbuh, NPL Menurun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mencatatkan perbaikan kinerja hingga September 2026. Tren positif terlihat pada profitabilitas, kualitas kredit, permodalan, likuiditas, serta pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga.

Bank Mayapada membukukan laba bersih sebesar Rp 87 miliar hingga September 2026. Perolehan tersebut meningkat 107% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan laba bersih September 2025 sebesar Rp 42 miliar.

Perbaikan profitabilitas berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 3,36% per September 2026, dari 4,02% pada Juni 2026. Dalam waktu tiga bulan, NPL gross Bank Mayapada membaik sebesar 66 basis poin.


Permodalan bank juga menguat. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 11,09% pada September 2026, dibandingkan 10,09% pada September 2025. Kenaikan sebesar 100 basis poin tersebut memperkuat bantalan modal bank dalam menyerap risiko dan menopang kegiatan usaha.

Dari sisi likuiditas, sejumlah indikator turut menunjukkan perbaikan. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) turun menjadi 77,45% dari sebelumnya 80,17%.

Sementara itu, net stable funding ratio (NSFR) meningkat menjadi 144,25% dari 142,50%. Rasio cakupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) juga naik menjadi 135,54% dari sebelumnya 125,69%. Pergerakan ketiga rasio tersebut menunjukkan posisi pendanaan stabil dan bantalan likuiditas Bank Mayapada semakin kuat.

Pertumbuhan juga terlihat pada skala bisnis bank. Total aset Bank Mayapada bertambah sekitar Rp 8,04 triliun menjadi Rp 171,8 triliun, dari sebelumnya Rp 163,8 triliun.

Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) meningkat Rp 8,7 triliun menjadi Rp 147,4 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp 138,7 triliun. Pertumbuhan DPK memperkuat kapasitas pendanaan sekaligus menunjukkan kepercayaan nasabah tetap terjaga.

Secara keseluruhan, kinerja hingga September 2026 memperlihatkan arah pemulihan Bank Mayapada yang semakin nyata. Kenaikan laba, penurunan NPL, penguatan modal, dan perbaikan likuiditas menjadi modal positif bagi bank untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News