KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (
SMDR) berhasil mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan pada kuartal I 2026, meski laba bersih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia menjelaskan, pelemahan profitabilitas pada awal tahun lebih disebabkan oleh kenaikan biaya operasional di tengah gangguan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. "Faktor yang menekan profitabilitas tentunya gangguan yang terjadi di Middle East terutama, tapi tentunya berimpak kepada seluruh pelayanan dan kepada biaya. Kita tahu juga biaya bahan bakar meningkat salah satunya, dan tentunya ini mempengaruhi total biaya kami, sehingga profitabilitas terpengaruhi dan terlihat di hasil dari kuartal pertama 2026," ujar Bani, dalam agenda paparan publik, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Terancam Turun Kelas oleh MSCI, Pasar Keuangan Dibayangi Risiko Outflow Meski laba tertekan, perusahaan menegaskan bahwa dari sisi operasional maupun permintaan pasar tidak terjadi penurunan aktivitas. Hal ini didukung baik oleh pasr internasional maupun domestik. Sebagai informasi, pendapatan SMDR di kuartal I-2026, yang tercatat meningkat 1,75% secara tahunan (yoy) dari US$ 181,15 juta menjadi US$ 184,33 juta.
Namun memang ada penurunan dari sisi profitabilitas, di mana laba bersih perusahaan menyusut 34,67% ke angka US$ 10,13 juta.
Memasuki kuartal II 2026, SMDR melihat adanya indikasi perbaikan kinerja seiring mulai berlangsungnya penyesuaian terhadap gangguan operasional yang terjadi sebelumnya.
Di sisi lain, pihaknya memiliki ekspektasi kondisi global yang lebih stabil dan permintaan jasa pengangkutan yang masih terjaga. "Indikasinya kita belum bisa rilis, karena kuartal dua belum selesai, tapi kelihatan sudah terlihat indikasi perbaikan, karena penyesuaian sudah terjadi terhadap gangguan tadi, dan biaya tetap bisa dijaga, sehingga semoga di kuartal dua akan terlihat perbaikannya,” pungkas Bani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News