KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (
ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mulai menyalurkan Biosolar Industri B50 untuk sektor industri. Penyaluran perdana ini menjadi bagian dari implementasi program mandatori B50 nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi dan ketahanan energi berbasis sumber daya domestik.
Baca Juga: Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3% Jadi Rp 7,08 Triliun, Apa Rahasianya? Penyaluran perdana dilakukan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada pelanggan sektor industri pada 2 Juli 2026. Program ini merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50% (B50) ke dalam minyak solar yang didukung pembiayaannya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebagai bagian dari ekosistem logistik energi Pertamina Group, Elnusa Petrofin bertugas memastikan kesiapan operasional terminal, proses pencampuran (blending), hingga distribusi Biosolar Industri B50 kepada pelanggan.
Baca Juga: KKP Garap Modernisasi 4.582 Kapal Perikanan, Tahap Awal Dibiayai Pinjaman Inggris Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan, implementasi penyaluran perdana B50 untuk sektor industri merupakan bentuk sinergi Pertamina Group dalam mendukung program strategis pemerintah menuju kemandirian energi. "Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional," ujar Doni dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026). Menurut Doni, implementasi tersebut juga mencerminkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas operasional Elnusa Petrofin dalam mendukung berbagai inisiatif strategis Pertamina, termasuk transisi energi dan dekarbonisasi. "Kami berkomitmen menghadirkan operational excellence serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang unggul dalam setiap aktivitas operasional. Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi utama kami dalam memastikan distribusi energi masa depan berjalan secara efisien dan memenuhi standar kualitas terbaik," tambahnya. Sebelum penyaluran dilakukan, terminal menerima pasokan perdana Fatty Acid Methyl Ester (FAME) spesifikasi B50 melalui kapal MT Ocean Link pada 1 Juli 2026. Selanjutnya, Biosolar Industri B50 disalurkan kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik pada 2 Juli 2026.
Baca Juga: Kementerian Komdigi Periksa 14 Layanan Apple, Uji Kepatuhan Aturan Perlindungan Anak Didukung teknologi blending otomatis Fuel Terminal IBT Pulau Laut menjadi salah satu fasilitas strategis dalam rantai pasok energi nasional yang menerima pasokan FAME dan solar murni untuk kemudian dilakukan proses pencampuran sebelum didistribusikan, terutama kepada sektor pertambangan. Terminal tersebut telah dilengkapi fasilitas Automatic Inline Blending (ILB) yang memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis di dalam pipa dengan kapasitas alir 250 hingga 1.000 kiloliter per jam. Teknologi tersebut memungkinkan proses blending berlangsung lebih presisi, efisien, serta memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah sebelum produk dikirim ke pelanggan.
Baca Juga: Daud Joseph Mundur dari Kursi Dirut Pos Indonesia Menurut perusahaan, implementasi B50 juga sejalan dengan strategi Pertamina dalam mempercepat transisi energi dan mendukung target dekarbonisasi nasional. Melalui peningkatan pemanfaatan biofuel, Pertamina berupaya memperbesar penggunaan energi baru dan terbarukan, meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Sebagai perusahaan logistik energi terintegrasi, Elnusa Petrofin menyatakan akan terus memperkuat infrastruktur, inovasi teknologi, serta pengelolaan operasional guna mendukung berbagai program strategis Pertamina Group dan memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News