KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggalakan program biofuel, di mana kali ini bakal memulai pendalaman penerapan mandatori campuran bahan bakar bensin E20 dengan 20% bioetanol alias E20. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, program E20 bakal diimplementasikan dengan diawali pembahasan yang komprehensif. "Kita melakukan kickoff program (E20) itu artinya kita masih diskusi dulu sama semua stakeholder untuk menentukan apa spek yang harus kita tentukan untuk dicampur ke bensin, itu ada spesifikasi khusus," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Program Mandatori Bahan Bakar E20 Masuki Kajian, Pasokan Etanol Jadi Tantangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggalakan program biofuel, di mana kali ini bakal memulai pendalaman penerapan mandatori campuran bahan bakar bensin E20 dengan 20% bioetanol alias E20. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, program E20 bakal diimplementasikan dengan diawali pembahasan yang komprehensif. "Kita melakukan kickoff program (E20) itu artinya kita masih diskusi dulu sama semua stakeholder untuk menentukan apa spek yang harus kita tentukan untuk dicampur ke bensin, itu ada spesifikasi khusus," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (2/9/2026).