KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan program SMK Go Global untuk memperluas penyerapan lapangan kerja bagi lulusan SMA dan SMK sederajat.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan bahwa pemerintah menargetkan ada 500.000 lulusan SMK sampai tahun 2029 yang bisa diterima di pasar kerja luar negeri. “Sampai 2029, 500.000 targetnya SMK Go Global,” ujar Cak Imin di Istana Negara, Selasa (12/5/2026).
Khusus di tahun ini, pemerintah akan memberangkatkan sebanyak 70 hingga 80 lulusan untuk mulai bekerja ke luar negeri.
Baca Juga: Perusahaan Multinasional Omzet Rp 15 Triliun Wajib Masuk Skema Pajak Minimum Global Cak Imin menyebut Pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa negara dalam memperkuat penyerapan kerja bagi lulusan SMA dan SMK. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Amerika, Korea Selatan, Timur Tengah, Jepang, dan beberapa negara-negara di Eropa. “Negara yang sudah kerja sama Eropa, Amerika, Korea, Timur Tengah, Jepang, Eropa, ada Eropa Barat, Eropa Timur,” ungkap Cak Imin. Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 25 triliun untuk program SMK Go Global pada tahun 2026. Cak Imin mengatakan, anggaran tersebut disiapkan sesuai perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden sudah memerintahkan untuk menyiapkan anggaran untuk itu di 2026. Untuk tahun 2026, ya Rp 15 sampai Rp 25 triliun," ujar Cak Imin usai menggelar rapat tingkat menteri (RTM) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Kantor Kemenko PM, Selasa (18/11/2025). Secara khusus, program ini akan dimulai pada akhir tahun 2025 ini dengan menggunakan anggaran dari Kementerian P2MI. Beberapa waktu lalu, ia menyebut, setidaknya ada 500 orang yang akan diberangkatkan keluar negeri untuk mengikuti program ini menggunakan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.530 Per Dolar AS, Ekonom: Bukan Tanda Krisis 1998 Terulang Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News