KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program stimulus transportasi yang digulirkan pemerintah selama libur sekolah 2026 mendorong peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). ASDP mencatat pertumbuhan penumpang rata-rata mencapai 8%, lebih tinggi dibandingkan tren kenaikan pada musim liburan sebelumnya. Group Head Commercial Shipping Business PT ASDP Indonesia Ferry Rizky Dwianda mengatakan, kebijakan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan yang berlaku pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026 membuat tarif penyeberangan yang dibayar masyarakat menjadi sekitar 20% lebih murah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan mobilitas pengguna jasa.
"Rata-rata pertumbuhan kami di berbagai jenis golongan itu range-nya 4,8 hingga 5,5 persen biasanya. Tapi fakta yang unik, ketika stimulus ini diterapkan, dia lumayan tinggi tuh, in average bisa 8 persen peningkatannya," ujar Rizky dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Stimulus Transportasi Libur Sekolah Dongkrak Penumpang ASDP, Berharap Bisa Berlanjut Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan stimulus pemerintah mampu meningkatkan jumlah pengguna jasa di atas rata-rata pertumbuhan yang selama ini terjadi pada periode puncak liburan. "Jadi poinnya, kebijakan stimulus yang dilakukan oleh pemerintah, datanya bercerita bahwa itu meningkatkan, lebih tinggi daripada rata-rata peningkatan customer kita di peak season atau di average empat tahun ke belakang," katanya. ASDP mencatat program stimulus dimanfaatkan oleh 1.125.711 pengguna jasa atau mencapai 93,30% dari target sebanyak 1.206.585 penerima manfaat. Sementara realisasi subsidi mencapai Rp 22,20 miliar atau setara 82,33% dari alokasi anggaran Rp 26,96 miliar. "Hasilnya yang sudah dilakukan dari anggaran yang sudah disediakan untuk stimulus, penyerapan di kami sebesar 82,33 persen," ujar Rizky. Ia menjelaskan, program tersebut menyasar penumpang pejalan kaki hingga pengguna kendaraan roda dua dan roda empat. Momentum libur sekolah menjadi faktor utama tingginya pemanfaatan program tersebut. "Memang momennya pas ya, karena kebetulan lagi libur panjang. Mostly hampir 95 persen pasti karakter yang meningkatnya paling tajam jenis-jenis customer ini. Jadi sudah tepat arah dari stimulus diketemuin sama customer kami," katanya.
Baca Juga: Stimulus Diskon Transportasi Serap Anggaran Lebih dari 80% Saat Libur Sekolah 2026 Berdasarkan data ASDP, subsidi bagi penumpang pejalan kaki mencapai Rp 1,94 miliar, meningkat 18,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penerima manfaat pada kategori ini naik 9% menjadi 165.622 orang. Sementara subsidi untuk kendaraan golongan II atau sepeda motor mencapai Rp 2,39 miliar, tumbuh 16,73% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun jumlah penerima manfaat meningkat 14,61% menjadi 160.317 unit. Kategori kendaraan golongan IVA atau mobil penumpang menjadi penyerap subsidi terbesar dengan nilai Rp 17,86 miliar, naik 6,26% dibandingkan tahun lalu. Jumlah penerima manfaat pada segmen ini tercatat 799.772 unit atau meningkat tipis 0,38%. Rizky menyebut, peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan memberikan sinyal positif terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
"Hampir seluruh jenis customer kita mengalami kenaikan. Nah ini jadi sinyal positif, karena kami selalu percaya kalau transportasinya naik, pasti ekonominya tumbuh. Yang belanja makin banyak, yang jajan di minimarketnya makin banyak, yang spending juga makin banyak, produksi-produksi di daerah juga makin banyak," ujarnya. Program stimulus transportasi ASDP diterapkan pada delapan lintasan utama, yakni Merak–Bakauheni reguler dan ekspres, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kayangan–Pototano, Tanjung Uban–Telaga Punggur, Ajibata–Ambarita, serta Sape–Labuan Bajo. Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 190,5 miliar untuk program stimulus transportasi selama libur sekolah 2026 dengan target menjangkau sekitar 3,4 juta penumpang di berbagai moda transportasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News