KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memperluas implementasi pelaksanaan skema full registran pada Kamis (25/5) di Provinsi DKI Jakarta, Kota/Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Sebagai informasi, skema full registran ialah konsumen yang sudah terdaftar dapat melakukan pembelian BBM solar meskipun tidak membawa QR Code. Sedangkan yang belum terdaftar tidak dapat dilayani. Nantinya konsumen bisa mendatangi help desk di SPBU untuk dibantu melakukan pendaftaran program Subsidi Tepat. Sambil menunggu verifikasi, konsumen dapat membeli BBM non-subsidi.
Pjs. Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Joevan Yudha Achmad menjelaskan setelah pelaksanaan implementasi skema full registran yang dimulai tanggal 25 Mei 2023 di wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor serta seluruh kota di Provinsi DKI Jakarta kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu. Baca Juga: Pemerintah Belum Bisa Menurunkan Harga BBM Bersubsidi, Ini Alasannya Permberlakuan skema full QR di wilayah tersebut dilaksanakan paling lambat 2 minggu setelah Skema Full Registran. “Skema full QR ialah konsumen wajib menunjukan scan QR Code ketika melakukan transaksi pembelian BBM bersubsidi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/4). Jika konsumen tidak membawa QR Code, otomatis tidak dapat mengisi solar subsidi. Joevan mengharapkan kerjasama masyarakat untuk mendukung upaya Pertamina selaku eksekutor agar dapat menyalurkan BBM subsidi tepat sasaran dan tepat volume. Sebelumnya, Pertamina telah melaksanakan skema full registran di Provinsi Banten dan sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat. Data penjualan yang dikumpulkan dari area Bandung, Banten, Karawang, Cirebon dan Sukabumi, transaksi pembelian solar subsidi di periode 8 hari terakhir yaitu tanggal 16 Mei 2023 sampai dengan 23 Mei 2023 sudah mencapai 93,5% atau 1.471.267 transaksi, sisanya diharapkan dapat segera mendaftarkan kendaraannya di web Subsidi Tepat MyPertamina.