Program TabunganKu masuk kurikulum SD dan SMP



JAKARTA. Bank Indonesia (BI) gencar mempromosikan program TabunganKu. Untuk mengenalkan program tersebut kepada generasi muda, bank sentral menggandeng Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas).

Dengan nota kesepahaman atawa memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan antara BI dan Kemdiknas, program TabunganKu masuk dalam kurikulum tahun ajaran baru 2011-2012 yang dimulai 11 Juli 2011 lalu dengan topik tentang pengenalan keuangan. Topik tersebut masuk dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Program tersebut telah diimplementasikan di enam daerah, yakni Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, Banjarmasin dan Makassar. Enam daerah tersebut telah menjadi proyek perdana atau pilot project program TabunganKu. Peneliti Eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) BI Anto Prabowo mengatakan, topik pengenalan keuangan tersebut menyasar tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 5 dan 6, serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 8 dan 9. "Implementasi di enam daerah tersebut berdasarkan coverage yang direkomendasikan Gubernur BI Di dalam pelajaran IPS ada edukasi keuangan, mereka diperkenalkan tentang menabung dan TabunganKu," kata Anto, baru-baru ini.


Untuk penyusunan modul pendidikan tersebut dilakukan Bank Indonesia bersama-sama dengan 250 guru, kepala sekolah, Dinas Pendidikan dan Kemdiknas dalam sebuah workshop. BI juga mengundang akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dalam workshop tersebut. Tak hanya itu, BI juga menggagas kegiatan ekstrakurikuler pengenalan keuangan seperti bank kecil di sekolah. Bank tersebut akan dikelola sendiri oleh murid-murid sekolah sehingga mereka dapat langsung belajar tentang kegiatan operasional bank sekaligus menabung di sebuah bank dalam skala kecil.

"Jadi bank itu tempatnya di sekolah, mirip seperti koperasi sekolah itu," ujarnya. Selain itu, akan ada duta TabunganKu yang ditunjuk dari murid-murid sekolah di enam daerah tersebut. Duta TabunganKu tersebut nantinya bisa mengajak dua atau tiga orang temannya untuk menabung di TabunganKU. BI bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memberikan beasiswa bagi Duta TabunganKu yang bisa merangkul banyak anak untuk menabung di TabunganKu.

"Cara kerjanya seperti MLM (multi level marketing). Nanti ada reward berupa beasiswa," tuturnya. Langkah tersebut dilakukan BI untuk mengejar target dana masyarakat di TabunganKu sebesar Rp 50 triliun di tahun 2014. Tahun ini, BI berharap bisa meraup dana masyarakat hingga Rp 5 triliun. Hingga

April 2011, total outstanding TabunganKu tercatat Rp 1,6 triliun yang tersimpan di 1,6 juta rekening di seluruh Indonesia.

World Bank Tertarik Program TabunganKu yang diluncurkan sejak Februari tahun 2010 lalu tersebut ternyata menarik perhatian Bank Dunia (World Bank). Menurut Anto, World Bank menganggap program TabunganKu merupakan salah satu program yang cukup efektif untuk program keterbukaan Finansial atau Financial Inclusion. "Sebab orang yang baru pertama kali bersentuhan dengan jasa keuangan itu ya lewat menabung atau kegiatan menabung," tuturnya. Hingga akhir tahun ini, BI dan World Bank akan melakukan penelitian dan survei secara bersama-sama untuk mengembangkan TabunganKu dan program Financial Inclusion. Seluruh biaya penelitian dan survei tersebut akan ditanggung oleh World Bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News