KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga 13 September 2026, progres pembangunan proyek yang dikerjakan WIKA telah mencapai 85,75% dan ditargetkan selesai pada 22 Juni 2027. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur kawasan IKN yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas serta mendukung mobilitas dan aktivitas antarkawasan. Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan, dalam proyek Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4, WIKA menangani sejumlah lingkup pekerjaan yang meliputi pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang kurang lebih 14 kilometer, perkerasan jalan dengan panjang penanganan sekitar 11 kilometer, pembangunan jembatan di lima lokasi, serta box culvert di 16 lokasi. Baca Juga: Kenaikan Harga Oli Mulai Bebani Konsumen, Produsen Diminta Transparan “Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, serta ketepatan pelaksanaan, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi konektivitas dan aktivitas kawasan,” ujar Ngatemin, dalam keterangannya, Rabu (16/9).
Progres 85,75%, Wijaya Karya (WIKA) Kejar Penyelesaian Jalan Kawasan Hankam IKN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga 13 September 2026, progres pembangunan proyek yang dikerjakan WIKA telah mencapai 85,75% dan ditargetkan selesai pada 22 Juni 2027. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur kawasan IKN yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas serta mendukung mobilitas dan aktivitas antarkawasan. Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan, dalam proyek Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4, WIKA menangani sejumlah lingkup pekerjaan yang meliputi pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang kurang lebih 14 kilometer, perkerasan jalan dengan panjang penanganan sekitar 11 kilometer, pembangunan jembatan di lima lokasi, serta box culvert di 16 lokasi. Baca Juga: Kenaikan Harga Oli Mulai Bebani Konsumen, Produsen Diminta Transparan “Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, serta ketepatan pelaksanaan, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi konektivitas dan aktivitas kawasan,” ujar Ngatemin, dalam keterangannya, Rabu (16/9).