Progres MRT Jakarta Fase 2A Capai 61,8% per Juni 2026, Lampaui Target Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota, mencapai 61,80% hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut sedikit melampaui target semester pertama yang dipatok sebesar 60,98%. Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Rendy Primartantyo mengatakan, pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Perseroan tetap menargetkan Segmen 1 Bundaran HI–Monas selesai lebih dahulu pada akhir 2027, disusul Segmen 2 Harmoni–Kota pada akhir 2029. “Per akhir Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai 61,80%, sedikit di atas target rencana sebesar 60,98%,” ujar Rendy kepada KONTAN, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Ekonomi Restoratif Diharapkan Mampu Pulihkan Alam Sekaligus Dorong Kesejahteraan Menurut dia, hingga pertengahan tahun ini proyek juga mencatat sejumlah capaian penting. Pekerjaan pengeboran terowongan (tunneling) jalur utara yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota telah selesai. Sementara itu, pemasangan rel dari Bundaran HI menuju Thamrin juga telah rampung dan kini dilanjutkan hingga kawasan Monas. Selain pekerjaan sipil, MRT Jakarta juga mulai mengerjakan sistem perkeretaapian dan pengadaan sarana sebagai bagian dari tahapan proyek. Rendy menyebutkan, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan total progres pembangunan meningkat menjadi sekitar 65%. Fokus pekerjaan diarahkan pada penyelesaian konstruksi sipil serta percepatan pembangunan sistem perkeretaapian, dan sistem pendukung lainnya. Untuk menjaga proyek tetap sesuai jadwal, MRT Jakarta melakukan pemantauan progres secara berkala, koordinasi dengan kontraktor dan konsultan, serta evaluasi rutin terhadap pelaksanaan pekerjaan. “Kami terus melakukan pengendalian proyek secara menyeluruh untuk menjaga kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan efisiensi anggaran,” katanya.

Percepat Sistem Perkeretaapian

MRT Jakarta juga mulai mempercepat pekerjaan sistem perkeretaapian, seiring dengan kemajuan konstruksi sipil pada proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota.


Rendy mengatakan, setelah penyelesaian sejumlah pekerjaan utama seperti pengeboran terowongan dan pemasangan rel di beberapa segmen, fokus proyek kini beralih pada pembangunan sistem pendukung operasional. “Sejumlah pekerjaan konstruksi menunjukkan progres yang positif, bersamaan dengan dimulainya pekerjaan sistem perkeretaapian dan pengadaan sarana,” ujar Rendy kepada KONTAN, Minggu (26/7).

Baca Juga: Seskab Teddy Beberkan Sejumlah Event Internasional yang Akan Digelar di Indonesia Berdasarkan data MRT Jakarta, progres paket pekerjaan CP201 Bundaran HI–Harmoni telah mencapai 93,50%, disusul CP203 Mangga Besar–Kota sebesar 86,03%, serta CP202 Harmoni–Mangga Besar sebesar 67,04%. Sementara itu, CP205 yang mencakup pekerjaan railway system dan track work telah mencapai 50,03%, sedangkan pengadaan rangkaian kereta atau rolling stock pada CP206 baru mencapai 0,29%. Adapun paket pekerjaan CP207 untuk sistem Automatic Fare Collection (AFC) dijadwalkan mulai memasuki tahap pelaksanaan pada Agustus 2026.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News