KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Batam, Kepulauan Riau, memasuki tahap lanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi. Hingga Oktober 2026, progres pembangunan pembangkit berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) tersebut telah mencapai sekitar 74%. Proyek PLTS ini tidak hanya menambah pasokan energi bersih, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan Waduk Tembesi yang selama ini berfungsi sebagai sumber air baku bagi Batam. Dengan memanfaatkan sekitar 42 hektare atau 5% dari luas waduk, proyek ini mengintegrasikan fungsi penyediaan air dengan produksi energi terbarukan. PLTS Terapung Tembesi dikembangkan oleh PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE), perusahaan patungan antara PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PT Batam Tirta Surya (BTS). Setelah beroperasi, pembangkit ini diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 61 gigawatt hour (GWh) per tahun.
Dikebut, PLTS Terapung Tembesi di Batam Rampung 74%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Batam, Kepulauan Riau, memasuki tahap lanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi. Hingga Oktober 2026, progres pembangunan pembangkit berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) tersebut telah mencapai sekitar 74%. Proyek PLTS ini tidak hanya menambah pasokan energi bersih, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan Waduk Tembesi yang selama ini berfungsi sebagai sumber air baku bagi Batam. Dengan memanfaatkan sekitar 42 hektare atau 5% dari luas waduk, proyek ini mengintegrasikan fungsi penyediaan air dengan produksi energi terbarukan. PLTS Terapung Tembesi dikembangkan oleh PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE), perusahaan patungan antara PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PT Batam Tirta Surya (BTS). Setelah beroperasi, pembangkit ini diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 61 gigawatt hour (GWh) per tahun.
TAG: