Progres Proyek Harbour Road II Capai 32,31%, WIKA Targetkan Rampung Desember 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan proyek Jalan Tol Harbour Road (HBR) II (Ancol Timur - Pluit) rampung pada akhir Desember 2026.

Manajer Proyek Tol Harbour Road II WIKA, Hari Purnama mengatakan, progres bagian perseroan di proyek ini mencapai 32,31%.

Selain itu, progres pembebasan lahan proyek ini yang dikerjakan WIKA mencapai sekitar 45%, baik di sisi utara maupun selatan. 


“Tapi yang di selatan kurang lebih tinggal 1 kilometer (km) lagi (pembebasan lahannya),” ujarnya dalam Media Gathering WIKA di Jakarta Utara, Senin (6/4/2025).

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.035, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Kebijakan The Fed

Menurut Hari, pembebasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam proyek tersebut. 

Pemilik proyek, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), disebut telah menargetkan Harbour Road II dapat fungsional pada 2026 di sisi selatan. Operasional sisi selatan dinilai lebih optimal, karena sisi utara masih membutuhkan pembangunan koneksi tambahan. 

“Sebab, kalau sisi utara ini harus ada crossing ke arah jembatan 3 (Penjaringan, Jakarta Utara), sehingga lebih optimalnya kita bisa operasionalnya di sisi selatan,” katanya.

Proyek Harbour Road II bagian WIKA ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp 5,22 triliun dan ditargetkan dikerjakan dalam 720 hari kalender.

Jalan Tol Harbour Road II (Ancol Timur - Pluit) memiliki panjang sekitar 9,7 km. Tol ini dirancang dengan standar kecepatan 80 km per jam, lebar lajur 3,5 meter, dan dilengkapi junction di Ancol Timur serta Pluit, termasuk ramp penghubung dengan Harbour Road (HBR) I.

Jalan tol senilai Rp 15,8 triliun ini bukan sekadar menambah kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperkuat jaringan empat lingkar jalan tol Jabodetabek (Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2). 

“Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang diharapkan lebih efisien sehingga daya saing ekonomi nasional ikut meningkat,” ungkapnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, WIKA juga mengantongi nilai kontrak baru Rp 1,82 triliun per Februari 2026, dari total Rp 21 triliun di tahun ini. 

Di periode yang sama, WIKA memiliki 85 proyek on-going tersebar di seluruh Indonesia dengan total nilai kontrak Rp 31,35 triliun.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Sebut Target Merger BUMN Karya & Buka Gembok Saham di Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News