KONTAN.CO.ID - SUMATERA UTARA. Dalam mewujudkan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian pembangunan tahap I Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Salah satunya yaitu proyek Jalan Tol Ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sepanjang 143,5 kilometer (km) yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Provinsi Sumatra Utara. Pembangunan jalan tol ini ditugaskan kepada Hutama Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dua BUMN lainnya yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yaitu PT Waskita Toll Road (WTR). Ketiganya membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) khusus untuk pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi – Parapat. Nilai investasi pada proyek ini mencapai Rp 13,45 triliun. Adapun untuk skema pendanaannya dilakukan melalui sharing modal antara Hutama Karya, Jasa Marga, dan Waskita Toll Road dengan persentase pendanaan masing-masing yaitu 94,08%, 2,96%, dan 2,96%.
Progres Proyek Jalan Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat Telah Mencapai 63%
KONTAN.CO.ID - SUMATERA UTARA. Dalam mewujudkan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian pembangunan tahap I Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Salah satunya yaitu proyek Jalan Tol Ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sepanjang 143,5 kilometer (km) yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Provinsi Sumatra Utara. Pembangunan jalan tol ini ditugaskan kepada Hutama Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dua BUMN lainnya yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yaitu PT Waskita Toll Road (WTR). Ketiganya membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) khusus untuk pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi – Parapat. Nilai investasi pada proyek ini mencapai Rp 13,45 triliun. Adapun untuk skema pendanaannya dilakukan melalui sharing modal antara Hutama Karya, Jasa Marga, dan Waskita Toll Road dengan persentase pendanaan masing-masing yaitu 94,08%, 2,96%, dan 2,96%.