Progres RUPTL PLN 2025-2034: 40% Masuk Tahap Eksekusi, 143 Proyek Sudah Beroperasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) membeberkan progres proyek pembangkit dan infrastruktur ketenagalistrikan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Secara keseluruhan, RUPTL 2025-2034 mencakup 4.118 proyek yang terdiri dari pembangkit listrik, jaringan transmisi dan gardu induk.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan dalam waktu setahun sejak penerbitan RUPTL 2025-2034, sebanyak 1.646 proyek ketenagalistrikan atau sekitar 40% proyek telah masuk ke tahap eksekusi. Rincinya, sebanyak 1.083 proyek ketenagalistrikan sudah berada di proses pengadaan, 420 proyek di fase konstruksi, dan 143 proyek telah beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD).

Sementara itu, sebanyak 2.472 proyek ketenagalistrikan masih dalam tahap kajian kelayakan proyek. Sekadar mengingatkan, pemerintah menerbitkan RUPTL 2025-2034 pada 26 Mei 2025. Dari sisi pembangkit listrik, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas sebesar 69,5 Gigawatt (GW), yang mana sekitar 76% akan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.


Baca Juga: Bogasari Perkuat Bisnis Pangan Lewat UMKM, Dorong Nilai Tambah Produk Lokal

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Kamis (2/7/2026), Darmawan menyatakan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target delivery RUPTL 2025-2034 melalui kontrak kinerja, yang disusun dengan mempertimbangkan proyeksi permintaan (demand) dan kebutuhan sistem ketenagalistrikan nasional.

"Sehingga pembangunan menjadi lebih terukur dan selaras. Kami juga melakukan percepatan, bagaimana pembangunan ini bisa mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan demand listrik yang meningkat. Kami sudah bagi target tahun per tahun baik transmisi, kapasitas gardu induk maupun pembangkit," kata Darmawan.

Dari sisi penambahan kapasitas pembangkit listrik, sejak RUTPL 2025-2034 terbit, ada sebanyak 4.541 Megawatt (MW) yang telah beroperasi dan masuk ke dalam sistem kelistrikan PLN. Berdasarkan data hingga Juni 2026, realisasi ini mencapai 106,5% dari target akumulasi 2025-2026 dengan tambahan kapasitas pembangkit 4.261 MW.

PLN memproyeksikan pada sisa tahun ini masih akan ada tambahan kapasitas pembangkit sebesar 748 MW, sehingga capaian kumulatif 2025-2026 akan mencapai 5.289 MW. Sedangkan dari sisi jaringan transmisi, realisasi hingga Juni 2026 tercatat mencapai 3.694 kilometer sirkuit (kms).

Baca Juga: Celios: PHK Tokopedia Merupakan Konsekuensi yang Lazim Usai Akuisisi

Prognosa sampai akhir tahun 2026 penambahan panjang transmisi bisa mencapai 4.138 kms, dengan rencana penambahan 444 kms pada semester kedua ini. Jika sesuai rencana, maka realisasi penambahan transmisi akan melampaui target kumulatif 2025-2026, yakni 4.051 kms.

Sedangkan untuk gardu induk, PLN memproyeksikan capaian kumulatif pada akhir tahun 2026 akan sesuai target, yakni 8.018 Mega Volt-Ampere (MVA). Realisasi hingga Juni 2026 baru mencapai 3.800 MVA, sehingga PLN masih mengejar target untuk menambah 4.218 MVA pada sisa tahun ini.

"Kami mendapatkan arahan agar terus mempercepat penambahan kapasitas pembangkit, panjang transmisi, dan gardu induk. Untuk itu, kami melakukan roadmap lelang proyek PT PLN (Persero)," imbuh Darmawan.

PLN telah menyiapkan roadmap (peta jalan) lelang proyek pembangkit, transmisi dan gardu induk untuk periode 2025 - 2031. Pada 2025, PLN telah melelang proyek pembangkit sebanyak 2,46 GW, 2.070 kms transmisi, dan 2.190 MVA gardu induk. 

Pada tahun 2026, PLN baru melaksanakan lelang untuk 5 GW pembangkit, dari target 19,62 GW. Sedangkan pelaksanaan lelang untuk transmisi sudah mencapai 7.022 kms dari target 9.219 kms, serta pelaksanaan lelang untuk gardu induk mencapai 11.910 MVA dari target lelang 17.790 MVA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News