Properti Indonesia bersinar di Asia Tenggara



JAKARTA. Melemahnya kondisi ekonomi global bisa memperlambat permintaan perumahan di Asia Tenggara. Namun, kontras terjadi Indonesia, permintaan properti selama kuartal pertama masih bisa unjuk gigi. "Indonesia dipastikan menjadi pemain bintang di Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan harga yang konsisten di semua segmentasi pasar perumahan," ujar Director of Research Knight Frank Asia Pasifik Nicholas Holt dalam rilis yang diterima KONTAN, akhir pekan ini. Mengutip data Bank Indonesia (BI), kenaikan yang terjadi pada kuartal satu sebesar 3,6% year on year (YOY) dan 0,8% untuk quarter on quarter. Menurut Holt, reputasi Indonesia disandang oleh daya beli, pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkontrol dan kelompok kelas menengah yang naik yang butuh perumahan. Sementara itu, Senior Associate Director Knight Frank Fakky Hidayat memperkirakan, harga properti masih mengalami kenaikan permintaan yang stabil sampai akhir tahun ini. Kenaikan masih terjadi walaupun ada pengetatan aturan minimum uang muka atau down payment (DP) 30%, dan kenaikan batas harga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). "Aturan uang muka minimal 30% akan mempengaruhi penjualan properti bagi segmen menengah meskipun tidak terlalu signifikan, sedangkan aturan baru FLPP akan mempengaruhi segmen bawah," ujar Fakky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News