Properti lesu, laba Lippo Karawaci Q1 2017 anjlok



JAKARTA. Perusahaan pengembang, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat laba bersih pada kuartal pertama tahun 2017 sebesar Rp 142,66 miliar, turun sebesar 54,17% dibanding kuartal pertama 2016 sebesar Rp 311,28 miliar.

Ini sejalan dengan pendapatan kuartal 1-2017 sebesar Rp 2,54 triliun. Angka ini menurun sebesar 2,48% dibandingkan dengan kuartal pertama 2016 sebesar Rp 2,60 triliun.

Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR menyatakan sektor properti Indonesia pada kuartal pertama 2017 masih relatif lemah karena masyarakat masih enggan membeli properti. Hal itu disebabkan oleh program amnesti pajak yang masih berjalan serta Pemilihan Kepala Daerah serentak di 101 Provinsi dan Kabupaten di Indonesia.


Pendapatan Properti turun sebesar 28% menjadi Rp 712 miliar, memberikan kontribusi sebesar 28% terhadap total pendapatan. Pendapatan dari Divisi Urban Development menurun sebesar 47% menjadi Rp 392 miliar. Pendapatan dari Divisi Large Scale Integrated meningkat sebesar 31% menjadi Rp 319 miliar pada kuartal pertama 2017 hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pengakuan Pendapatan dari Orange County.

Pendapatan Recurring memainkan peran penting dalam menyeimbangkan pelemahan siklus bisnis properti. Pendapatan recurring tumbuh sebesar 13% menjadi Rp 1,8 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 72% terhadap total Pendapatan.

Pendapatan dari Divisi Healthcare tumbuh 13% menjadi Rp 1,4 triliun. Siloam mengelola 25 rumah sakit pada akhir kuartal pertama 2017. Kunjungan pasien rawat jalan tumbuh sebesar 12%. Laba bersih pada kuartal pertama 2017 sebesar Rp 40 miliar.

Pendapatan Divisi Komersial LPKR meningkat sebesar 22% menjadi Rp 183 miliar terutama ditopang oleh peningkatan tajam dari Pendapatan Mal sebesar 57% menjadi Rp 97 miliar. Sementara itu, Pendapatan Hotel tetap stabil sebesar Rp 86 miliar.

Bisnis Asset Management yang terdiri dari town management dan portofolio & properti management, tumbuh sebesar 8% menjadi Rp 234 miliar pada kuartal pertama 2017 sebagai hasil dari semakin membesarnya total kelolaan aset dibawah portofolio REITS.

“Kami akan terus mengembangkan bisnis kami dan pada saat bersamaan berinvestasi dalam perluasan jaringan rumah sakit dan jaringan mal ritel kami," ujar Ketut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto