Proposal Nat masuk, Bakrie tak takut



JAKARTA. Pertarungan Nathaniel Rothschild, keturunan dinasti banker ternama  di Inggris, dengan Group Bakrie dalam berebut aset di Bumi Plc, semakin terbuka.

Nat, sapaan Nathaniel, membuktikan keseriusannya menghadang Bakrie, yang ingin menarik saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), dari Bumi Plc.

Melalui NR Investment, perusahaan investasi miliknya, Nat resmi mengajukan proposal kepada Bumi Plc. Proposal Nat menjadi alternatif bagi Bumi Plc, selain proposal yang telah diajukan Grup Bakrie, pada 11 Oktober lalu.


Nick von Schirnding, Juru Bicara Bumi Plc  sebagaimana proposal Bakrie, proposal Nat akan dievaluasi oleh penasihat keuangan yang telah ditunjuk Bumi Plc, yakni Rothschild Group. "Direktur independen non-eksekutif Bumi Plc juga ikut menimbangnya," ujar dia kepada KONTAN,  Senin (5/11).

Sayang Nick enggan mengatakan detail proposal Nat. Kata dia, Bumi Plc tidak berhak mempublikasikan isi proposal Nat Rothschild.

Ia memastikan, hingga kini, direksi Bumi Plc belum akan mengambil rekomendasi apapun terkait dua proposal itu, hingga investigasi terhadap dua anak usaha Bumi Plc, yaitu BUMI dan BRAU, tuntas.

Grup Bakrie yaitu PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dan  Long Haul Holdings Limited juga mengaku tidak tahu isi proposal Rothschild.

Juru Bicara Grup Bakrie Chris Fong, menyambut baik langkah Nat membuat penawaran. "Kami tidak melihat ancaman apa pun (dari proposal Nat) yang akan berdampak pada posisi kami," tutur Fong kepada KONTAN.

Bakrie optimistis, direktur independen senior Bumi Plc akan mencari solusi yang terbaik demi kepentingan semua pemegang saham. Menurut Fong, Nat tidak realistis jika berpikir bisa "merebut" BUMI dari Bakrie. "Dia sekali lagi ingin mengecoh pasar," tandas Fong.

Aksi Nat mendekati Prabowo Subianto (Harian KONTAN, 3 November 2012) untuk berkongsi, juga diragukan. "Kami ragu dia mampu melakukan hal substansial menantang proposal Bakrie," ujar  Fong. Bakrie juga keberatan dengan langkah Bumi Plc menunjuk Rothschild Group sebagai penasihat keuangan yang menelaah proposal dua seteru itu. "Hal itu akan memicu konflik kepentingan, nepotisme," cetus Fong.

Namun Nick memastikan Rothschild Group tak ada hubungannya dengan Nat. "Keduanya terpisah bertahun-tahun dan tidak ada hubungan apa-apa," tandas Nick.

Apapun itu, Fong mengatakan, dana untuk memuluskan proposal Bakrie aman. Dana tahap pertama, yakni penukaran 23,8%  saham Bakrie di Bumi Plc dengan 10,8% saham BUMI yang dikuasai Bumi Plc, plus pembelian tunai sisa saham BUMI senilai US$ 278,3 juta sudah tersedia. "Di belakang kami, sudah ada beberapa bank yang siap membantu, termasuk Credit Suisse," kata Fong.  Adapun untuk pembelian saham BRAU yang dikuasai Bumi Plc senilai US$ 947 juta, Bakrie meminta waktu hingga 11 April 2013.

Yanuar Rizky, pengamat pasar modal, menilai, aksi Nat melemparkan counter-bid, sia-sia. Posisi Bakrie di Bumi Plc adalah pengendali dengan 23,8% saham. "Hanya pemegang saham pengendali yang bisa mengubah transaksi awal," kata dia. Sedangkan Nat hanya menguasai 12% saham Bumi Plc.                   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri