Prospek emiten baru di indeks Pefindo25



JAKARTA. Ada lima emiten baru yang masuk dalam indeks PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Kelima emitern tersebut yaitu PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP), dan PT Surya Toto Indonesia tbk (TOTO).

Menurut Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas, prospek kelima emiten yang masuk daftar indeks Pefindo itu masih bagus. BAJA misalnya, memiliki kinerja pertumbuhan penjualan yang paling tinggi dibanding keempat emitennya.

“Ini didukung dengan kinerja penjualan baja yang mengalami kenaikan berkaitan dengan pembangunan infrastruktur,” ujar Nafan pada KONTAN, Jumat (28/7).


Dari harga saham, Nafan melihat pergerakan downtren sudah mulai terbatas. Meskipun untuk uptren belum mulai terlihat, namun Nafan merekomendasikan akumulasi beli TOTO secara bertahap dengan target harga Rp 470 per saham. Pada perdagangan Jumat (28/7), TOTO ditutup di level Rp 436 per saham. 

Untuk ACST, Nafan melihat kinerja lumayan bagus. Emiten ini memiliki market cap terbesar kedua di antara empat emiten lainnya. Yang perlu diwaspadai adalah utangnya. Nafan merekomendasikan beli ACST dengan target harga Rp 3.380 untuk jangka menengah. Pada perdagangan Jumat (28/7), ACST ditutup di level Rp 3.080 per saham. 

Kemudian ASSA sudah mulai menunjukan rebound. Pertumbuhan penjualannya juga tumbuh baik dibandingkan dengan ACST. Untuk debt to equity ratio (DER) yang cenderung lebih tinggi dari ACST yakni sekitar 2,3.

Namun, Nafan melihat prospek sahamnya masih bagus sehingga merekomendasikan beli dengan target harga jangka menengah Rp 250 per saham. Pada perdagangan Jumat (28/7), ASSA ditutup di level Rp 214 per saham. 

BAJA penjualannya juga tercatat mengalami peningkatan. Namun, dibanding keempat lainnya DER BAJA paling tinggi yaitu 3,7. Nafan masih merekomendasikan beli untuk saham ini dengan target harga jangka menengah sebesar Rp 330. Pada perdagangan Jumat (28/7), BAJA ditutup di level Rp 220 per saham. 

Nah, untuk SHIP Nafan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 846 per saham. Kinerja SHIP terlihat mengalami penurunan pada awal tahun ini. Tren pergerakan harga sahamnya pun tampak mulai terbatas. Pada perdagangan Jumat (28/7), SILO ditutup di level Rp 790 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini