KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten produsen nikel pada semester II-2026 masih dibayangi perlambatan volume ekspor. Namun, kenaikan harga nikel berpotensi menjadi penopang kinerja hingga akhir tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor produk nikel turun 12,14% secara tahunan(yoy) menjadi 1,06 juta ton sepanjang Januari-Juni 2026. Meski volumenya menyusut, nilai ekspor justru melonjak 69,30% yoy menjadi US$ 6,54 miliar. Kenaikan nilai ekspor tersebut ditopang harga nikel yang masih tinggi. Berdasarkan data Trading Economics per Senin (10/8/2026), harga nikel global berada di US$ 16.954 per ton atau naik 10,63% secara tahunan.
Prospek Emiten Nikel Masih Positif, Cermati Rekomendasi Saham ANTM
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten produsen nikel pada semester II-2026 masih dibayangi perlambatan volume ekspor. Namun, kenaikan harga nikel berpotensi menjadi penopang kinerja hingga akhir tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor produk nikel turun 12,14% secara tahunan(yoy) menjadi 1,06 juta ton sepanjang Januari-Juni 2026. Meski volumenya menyusut, nilai ekspor justru melonjak 69,30% yoy menjadi US$ 6,54 miliar. Kenaikan nilai ekspor tersebut ditopang harga nikel yang masih tinggi. Berdasarkan data Trading Economics per Senin (10/8/2026), harga nikel global berada di US$ 16.954 per ton atau naik 10,63% secara tahunan.
TAG: