KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten rumah sakit pada semester II-2026 diperkirakan masih positif, meski laju pertumbuhannya akan lebih selektif seiring perbedaan kinerja fundamental masing-masing perusahaan. Emiten yang mampu meningkatkan layanan spesialis, memperbesar porsi pasien non-BPJS, dan menjaga efisiensi operasional diperkirakan akan mencatat kinerja lebih baik. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, sektor rumah sakit masih ditopang oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, pertumbuhan pasien non-BPJS, serta ekspansi layanan spesialis yang menawarkan margin lebih tinggi.
Menurutnya, karakter fundamental emiten rumah sakit berbeda-beda.
Baca Juga: Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Cerah Semester II-2026, Simak Rekomendasinya PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (
MIKA) dinilai unggul dari sisi profitabilitas berkat tingginya kontribusi pasien swasta dan efisiensi operasional. Sementara itu, PT Siloam International Hospitals Tbk (
SILO) memiliki peluang pertumbuhan melalui penguatan layanan spesialis dan digitalisasi, meski margin keuntungannya masih berada di bawah MIKA.
Di sisi lain, PT Medikaloka Hermina Tbk (
HEAL) mengandalkan ekspansi jaringan rumah sakit dan peningkatan utilisasi fasilitas yang telah dimiliki. "MIKA masih menjadi emiten dengan margin dan efisiensi operasional terbaik, sementara SILO dan HEAL menawarkan potensi pertumbuhan melalui ekspansi kapasitas dan pengembangan layanan," ujar Azis. Ia menambahkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) tetap menjadi indikator utama yang menentukan pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional rumah sakit.
Baca Juga: Prospek Emiten Rumah Sakit Selektif di Semester II-2026, Ini Pilihan Analis Namun, peningkatan BOR baru akan memberikan dampak maksimal apabila diikuti kenaikan layanan spesialis yang bermargin tinggi serta pengendalian biaya operasional. Pandangan serupa disampaikan Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand. Menurut dia, sektor rumah sakit masih menjadi sektor defensif dengan prospek yang tetap menarik, meski pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat dibanding sebelumnya. Katalis utama sektor ini berasal dari meningkatnya kunjungan pasien pada musim pancaroba, normalisasi iuran BPJS setelah implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta semakin besarnya penetrasi layanan subspesialitas yang memiliki margin lebih tinggi. Abida menilai perbedaan kinerja antar emiten akan semakin terlihat, terutama dari komposisi pasien BPJS dan non-BPJS. Emiten yang berhasil meningkatkan porsi pasien swasta berpotensi mencatat margin yang lebih tinggi karena tarif layanan pasien non-BPJS jauh lebih besar dibandingkan layanan BPJS.
Baca Juga: Emiten Jasa Pendukung Bisnis Dinilai Cerah pada 2026, Cek Saham Rekomendasi Analis Hingga akhir 2026, kinerja emiten rumah sakit diperkirakan masih tumbuh seiring meningkatnya volume pasien dan mulai optimalnya kontribusi rumah sakit baru. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko kenaikan biaya tenaga medis dan biaya operasional yang berpotensi menekan margin keuntungan. Melihat prospek tersebut, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dengan target harga Rp 1.975 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News