Prospek Harga CPO Masih Tertekan, Berharap Terdongkrak Jelang Bulan Puasa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit (CPO) mulai menghijau. Ketidakpastian iklim dan momentum puasa serta Lebaran menjadi pendorongnya.

Berdasarkan Trading Economics, harga CPO naik 1,47% ke MYR 3.865 per ton pada Senin (19/2) per pukul 18.37 WIB. Namun, secara umum harganya masih tertekan, terlihat sepekan terakhir harganya minus 0,92% dan sebulan terakhir minus 1%.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, harga CPO cenderung range bound di kisaran MYR 3.800 per ton karena absennya insetif untuk naik maupun turun.


Baca Juga: Begini Upaya Astra Agro Lestari (AALI) Dongkrak Produksi Kelapa Sawit

"Harga juga didukung oleh harapan permintaan yg meningkat menjelang puasa dan lebaran serta ketidakpastian iklim yg bisa mengganggu produksi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (19/2).

Secara umum, Lukman menilai harga CPO masih akan tertekan. Hal itu dikarenakan outlook permintaan yang lemah seiring pertumbuhan ekonomi global yang lebih rendah, dan secara bersamaan inventory tinggi.

Begitu pula dengan harga minyak sejenis seperti soybean dan sunflower yang juga terus menurun.

Lukman menilai, sepanjang tahun ini sentimen penggerak harga CPO ada dua. Pertama pertumbuhan ekonomi global, terutama China yang apabila bisa lebih baik akan mampu mendukung harga CPO.

Baca Juga: Harga CPO Masih Turun, Simak Prospek Kinerja Emiten Kelapa Sawit

"Kedua, produksi dan inventory yang sampai saat ini masih tinggi," katanya.

Adapun faktor lainnya yang berpotensi mendorong harga CPO adalah siklus pemangkasan suku bunga bank sentral utama dunia yang akan berdampak positif bagi harga komoditas pada umumnya. Meskipun memang, akhir-akhir ini prospeknya telah menurun.

"Saya melihat harga CPO akan masih di bawah MYR 4,000 per ton dengan range trading di MYR 3.600 - MYR 3.900 per ton," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli