KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan tak akan agresif memangkas suku bunga ke depan, turut menekan harga logam industri. Ke depan, harga logam industri akan ditentukan perekonomian global. Mengacu data Trading Economics, hingga perdagangan Jumat (19/9/2025), harga aluminium turun 0,88% ke US$ 2.672,7 per ton, harga timah melemah 1,85% ke US$ 33.711 per ton, sedangkan nikel juga melemah 0,42% ke US$ 15.270 per ton. Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong memandang, pelemahan komoditas logam industri secara umum disebabkan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Prospek Harga Logam Industri Bergantung pada Kondisi Ekonomi Global
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan tak akan agresif memangkas suku bunga ke depan, turut menekan harga logam industri. Ke depan, harga logam industri akan ditentukan perekonomian global. Mengacu data Trading Economics, hingga perdagangan Jumat (19/9/2025), harga aluminium turun 0,88% ke US$ 2.672,7 per ton, harga timah melemah 1,85% ke US$ 33.711 per ton, sedangkan nikel juga melemah 0,42% ke US$ 15.270 per ton. Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong memandang, pelemahan komoditas logam industri secara umum disebabkan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
TAG: