JAKARTA. Prospek industri hilir kakao semakin bergairah. Penerapan bea keluar (BK) kakao sejak April 2010 telah mengundang perusahaan asing menanamkan modalnya ke Indonesia. Di tahun ini, setidaknya dua perusahaan pengolah kakao mulai beroperasi, yakni Barry Callebout dari Amerika Serikat dan JB Cocoa asal Malaysia. Selain dua perusahaan itu, pada awal 2014 nanti akan beroperasi pabrik olahan kakao, yakni Grup Cargill. "Sedangkan perusahaan yang sudah ada seperti BT Cocoa dan Guan Chong juga berniat menambah kapasitas penyerapan biji kakao," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), Piter Jasman, Selasa (12/2). Sedangkan kapasitas terpasang Barry Callebout dan JB Cocoa masing-masing 30.000 ton per tahun. Sementara kapasitas terpasang Cargill akan mencapai 60.000 ton per tahun. Tahun ini, BT Cocoa dan Guan Chong juga berniat menambah kapasitas penyerapan kakao seberat 20.000 ton.
Prospek industri olahan kakao semakin nikmat
JAKARTA. Prospek industri hilir kakao semakin bergairah. Penerapan bea keluar (BK) kakao sejak April 2010 telah mengundang perusahaan asing menanamkan modalnya ke Indonesia. Di tahun ini, setidaknya dua perusahaan pengolah kakao mulai beroperasi, yakni Barry Callebout dari Amerika Serikat dan JB Cocoa asal Malaysia. Selain dua perusahaan itu, pada awal 2014 nanti akan beroperasi pabrik olahan kakao, yakni Grup Cargill. "Sedangkan perusahaan yang sudah ada seperti BT Cocoa dan Guan Chong juga berniat menambah kapasitas penyerapan biji kakao," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), Piter Jasman, Selasa (12/2). Sedangkan kapasitas terpasang Barry Callebout dan JB Cocoa masing-masing 30.000 ton per tahun. Sementara kapasitas terpasang Cargill akan mencapai 60.000 ton per tahun. Tahun ini, BT Cocoa dan Guan Chong juga berniat menambah kapasitas penyerapan kakao seberat 20.000 ton.