KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Peluang Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuan tahun ini masih terbuka meski inflasi Amerika Serikat (AS) pada Juni mencatat penurunan bulanan pertama sejak 2020. Data tersebut sempat meredakan kekhawatiran pasar dan membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Juli. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi yang telah bertahan di atas target 2% selama lima tahun terakhir masih menjadi fokus utama bank sentral. Pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga paling cepat terjadi pada September dan hampir pasti berlangsung sebelum akhir tahun. Pandangan itu didukung kenaikan harga minyak pasca-gagalnya gencatan senjata AS-Iran serta kuatnya belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai masih menopang tekanan inflasi.
Prospek Kenaikan Bunga The Fed Masih Terbuka
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Peluang Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuan tahun ini masih terbuka meski inflasi Amerika Serikat (AS) pada Juni mencatat penurunan bulanan pertama sejak 2020. Data tersebut sempat meredakan kekhawatiran pasar dan membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Juli. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi yang telah bertahan di atas target 2% selama lima tahun terakhir masih menjadi fokus utama bank sentral. Pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga paling cepat terjadi pada September dan hampir pasti berlangsung sebelum akhir tahun. Pandangan itu didukung kenaikan harga minyak pasca-gagalnya gencatan senjata AS-Iran serta kuatnya belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai masih menopang tekanan inflasi.
TAG: